- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Saya pria berusia 25 tahun. Saya bekerja di perusahaan swasta. Saya mempunyai keluhan tentang alergi. Saya sering bersin-bersin pagi dan sering gatal jika suhu udara terlalu dingin. Sebenarnya, kondisi tersebut sangat mengganggu saya setiap hari. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana penyakit ini bisa hilang ya, Dok? Apa yang harus saya lakukan? Apakah ini genetik? Suatu saat apakah anak saya juga bisa menderita seperti saya?
YONGKY, Surabaya
Jika dicermati dari keluhan yang Anda sampaikan, tampaknya Anda memang menderita penyakit dengan alergi. Bakat untuk menderita penyakit alergi memang diturunkan secara genetik.
Penyakit alergi yang mereka alami tidak harus persis sama. Panyakit alergi bisa mengenai kulit. Alergi berupa gatal dan bentol-bentol disebut urtikaria. Penyakit alergi mungkin mengenai hidung dan sinus. Alergi yang disertai bersin, hidung buntu, pilek, dan suara sengau disebut rhinitis dan sinusitis alergi. Ada penyakit alergi yang mengenai saluran napas. Tandanya, batuk kronis, sesak napas, mengi (suara napas berbunyi ngik), dan dada sesak yang disebut asma.
Bahkan, ada yang memicu reaksi tubuh menyeluruh disertai penurunan tekanan darah (shock), napas tercekik, dan penurunan kesadaran yang disebut anafilaksis. Bila ada anggota keluarga Anda yang pernah mengidap salah satu saja, bakat Anda untuk menderita penyakit alergi cukup besar. Itu disebut sebagai atopi.
Ada empat langkah rasional untuk mengatasi penyakit alergi. Kenali atau identifikasi apa saja pencetus alergi. Caranya, tes alergi (tes tusuk kulit dengan beberapa alergen) dan pemeriksaan IgE dalam darah di laboratorium. Hindari terpapar atau kontak dengan alergen (pencetus alergi). Bila berhasil menghindari, munculnya gejala alergi setidaknya bisa dikurangi.
Obati alergi bila upaya menghindari alergen masih belum cukup. Umumnya, obat yang digunakan golongan antihistamin dan kortisteroid. Kortikosteroid adalah obat yang mampu dengan cepat menekan gejala alergi. Tapi, ada beberapa efek yang tidak dikehendaki. Walaupun banyak membantu, obat-obatan tidak akan menyembuhkan sama sekali. Imunoterapi yang tuntas (selama 3-4 tahun), penderita alergi akan kebal walaupun terpapar alergen. Kekebalan bisa bertahan sealam 5-6 tahun berikutnya. Jika diperlukan, bisa dilakukan imunoterapi ulang. (dr Gatot Soegiarto SpPD-KAI – Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Alergi dan Imunologi RS Husada Utama Surabaya)