- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Seorang wanita bernama Katia Zatuliveter dideportasi dari Inggris karena disinyalir sebagai mata-mata Rusia. Nona Katia sebelumnya bekerja pada Mike Hancock, seorang anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal yang bekerja di komite pertahanan di Parlemen Inggris. Hancock mempekerjakan Katia karena tertarik mendalami Rusia. Mereka bertemu di Strasbourg, Prancis. Tempat ini sering disambangi Hancock untuk kepentingan bisnisnya sebagai anggota forum parlemen Dewan Eropa.
Penemuan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan MI5 (Badan Intelijen dalam negeri Inggris) yang menemukan sejumlah bukti dan indikasi bahwa Katia selama ini adalah seorang agen intelijen Rusia yang sewaktu-waktu dapat membocorkan informasi rahasia Inggris untuk kepentingan Rusia.
Penangkapan agen rahasia Rusia oleh Inggris ini adalah pertama kali terjadi di Inggris, dan merupakan peristiwa penangkapan agen rahasia suatu negara di negara lain yang pertama kali terjadi sejak masa Perang Dingin.
Namun secara mengejutkan Mike Hancock malah membela asistennya tersebut, ”Dia (Katia) bukan mata-mata. Saya tidak paham dunia spionase, tetapi sekarang dia memang akan dideportasi. Dia merasa tidak bersalah dan akan mengajukan banding. Saya pikir tindakannya tepat,” tegas Hancock.
MI5 menduga Katia memang sengaja mendekati Hancock untuk kepentingan ‘misi’nya. Sebelum bekerja di Parlemen Inggris sebagai asisten Mike Hancock, Katia sebenarnya telah melalui proses pemeriksaan.
Pada pekan lalu, wanita cantik ini tertangkap oleh pihak kepolisian dan imigrasi Inggris dan kini sedang ditahan di suatu lokasi untuk menanti waktu deportasi.
Kecurigaan pihak berwenang Inggris terhadap Katia bermula ketika Katia mencoba memasuki Inggris melalui bandara Gatwick, London, pada bulan Agustus lalu. Ketika diperiksa, diketahui bahwa Katia bekerja di parlemen Inggris sebagai asisten anggota Parlemen Mike Hancock. Ketika itu Katia langsung dibebaskan, namun pihak Inggris menganggap kehadirannya sudah tidak kondusif bagi keamanan nasional.