- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Hujan lokal yang turun di daerah hilir Jawa Timur, Bojonegoro dan sekitarnya membuat ketinggian air sungai Bengawan Solo naik ke titik 14,02 meter (berstatus siaga 2), pada hari Minggu (5/12) kemarin pukul 08.00 WIB.
Menurut Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro, Sutardjo, hujan yang terjadi di wilayah selatan pada hari Sabtu (4/12) lalu telah mengakibatkan permukiman warga Desa Sembung, Tapelan, dan Bangilan di Kecamatan Dander diterjang banjir bandang dengan ketinggian sekitar 0,50 meter.
Selain itu, banjir juga menyebabkan ratusan hektar areal tanaman padi di wilayah setempat, baik yang siap panen, maupun yang masih berusia sekitar sebulan.terendam air. Namun kemungkinan terjadi kerusakan pada tanaman padi yang terendam tersebut kecil, karena banjir tersebut segera surut dalam waktu beberapa jam saja. Sutardjo juga menuturkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Namun kekhawatiran terhadap banjir susulan tetap ada, karena air banjir yang surut dari wilayah selatan tersebut sebagian besar masuk ke sungai Bengawan Solo. Akibatnya, ketinggian air sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, sejak Sabtu (4/12) lalu, terus merangkak naik dengan tingkat kenaikan antara 4 cm dan 6 cm per jam.
Sutardjo menuturkan pengawasan terhadap sungai legendaris tersebut mulai dilakukan setiap jam nya setelah peningkatan ketinggian air melampaui batas siaga banjir.
Saat ini, upaya mengatasi dan mempersiapkan diri terhadap banjir telah dilakukan di daerah tersebut. Di antaranya dengan menyiapkan berbagai kebutuhan, yaitu dapur umum, sarana evakuasi perahu karet, dan lainnya.