- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Akhirnya memo tentang Indonesia dari dokumen AS mulai dibuka sedikit demi sedikit oleh situs Wikileaks. Memo berbentuk laporan dari sebuah kantor perwakilan AS di Jakarta itu menyinggung tentang kemungkinan terjadinya serangan balasan dari para teroris setelah hukuman mati terhadap Amrozi dan kawan-kawannya dilaksanakan. Salah satu pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Utara tercantum dalam memo tersebut sebagai target serangan.
Laporan ini merupakan bagian dari sebuah memo yang dibuat Departemen Luar Negeri AS di Washington DC. Memo itu merangkum laporan harian keamanan diplomatik dari kantor perwakilan diplomatik AS di sejumlah negara, termasuk Indonesia, dari 1-3 November 2008 dan berkatagori rahasia (Secret) dengan nomor referensi 116943.
Laporan tersebut merujuk pada eksekusi mati atas Imam Samudra, Amrozi, dan Ali Gufron di LP Nusakambangan, 9 November 2008 silam. Dalam laporan itu disebutkan terdapat sejumlah rumor seputar pelaksanaan hukuman mati tersebut. Beredar kabar bahwa akan ada serangkaian aksi demonstrasi dan terorisme untuk menentang atau membalas tindakan hukuman mati tersebut.
Namun rumor tersebut hanya sebatas rumor. Pihak EAC (Emergency Action Commitee) Jakarta tidak mendapatkan informasi yang jelas dan otentik mengenai akan terjadinya aksi-aksi tersebut. “Salah satu laporan menyebut kemungkinan serangan pengebom bunuh diri atas sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta, terutama mal Kelapa Gading di bagian utara Jakarta, namun tidak ada informasi detail,” demikian tertulis dalam salah satu paragraf memo Washington itu. Dalam memo tersebut, EAC Jakarta juga menilai bahwa aksi balasan tersebut berpotensi rendah untuk terjadi. Pada kenyataannya, memang tak ada aksi terorisme setelah pelaksanaan hukuman mati terhadap Amrozi cs.
Sejak diunggah ke domain publik pada 28 November 2010 hingga Minggu pagi, 5 Desember 2010, rentetan bocoran informasi dari WikiLeaks itu belum mengungkapkan laporan khusus dari Kedutaan Besar AS di Jakarta. Menurut data yang dilansir dari harian The Guardian, Wikileaks memiliki 3.059 laporan dari Kedubes AS di Jakarta dari November 1990 hingga Februari 2010.
Situs Wikileaks yang didirikan Julian Assange secara khusus akan membeberkan dokumen rahasia AS atau yang berhubungan dengannya. Disinyalir terdapat 250 ribu dokumen yang ada di tangan para peretas Wikileaks. Hingga kini proses ‘pembocoran’ tersebut sudah mencapai 800 dokumen dan masih terus berlangsung.
Kita tunggu ‘kejutan’ selanjutnya!