- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Seorang nenek bernama Saad (80) dan pembantunya Anie (70) ditemukan tewas membusuk di kediamannya di Jalan Manggis Raya Nomor 125, RT 12/02, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.Mayat korban ini ditemukan oleh salah seorang anaknya yang berkunjung ke rumah korban pada pukul 06.30 WIB pagi (5/12) tadi.
Anak korban yang bernama Lastia mengetuk pintu rumah korban dan menelpon ke nomor telepon rumah milik korban, pada awalnya Lastia tidak curiga, karena nenek Saad memang dikenal sudah menurun pendengarannya. Namun ketika lama tak ada jawaban, Lastia pun cemas dan memanggil warga sekitar.
Warga pun segera datang ke rumah nenek Saad dan mendobrak pintu rumah tersebut. Alangkah terkejutnya Lastia dan para warga menemukan nenek Saad dan sang pembantu dalam keadaan tidak bernyawa. Nenek Saad ditemukan di kamar tidurnya, sementar Anie, sang pembantu yang juga berusia renta ditemukan tewas bersimbah darah di lantai dapur.
Menurut kesaksian salah seorang warga bernama Tata, nenek Saad terakhir terlihat pada hari jumat (3/12) lalu saat membeli bubur. Sang nenek pun dikenal enerjik dan masih rajin mengikuti senam dengan ibu-ibu kompleks perumahan tersebut.
Tata pun menuturkan sebenarnya sang nenek memiliki dua orang pembantu, namun pembantu yang satu lagi ‘menghilang’ setelah peristiwa ini. “Pembantunya ada dua, tapi yang satu lagi dicari-cari polisi, kalau di rumah mereka memang semuanya sudah jompo, jadi pendengarannya sudah tuli, karena itu anaknya mengira awalnya ibunya tidak mendengar dipanggil, ternyata tewas di dalam,” tandas Tata.
Sementara, menurut hasil kesimpulan sementara oleh para polisi yang melakukan olah TKP, korban tewas karena diracun. Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Pancoran Mas AKP Ismail. “Kami mengamankan segala macam bukti, semuanya masih dugaan, diracun juga tidak menutup kemungkinan,” katanya di lokasi kejadian, Minggu (05/12/10) siang tadi.
Untuk sementara, polisi masih melakukan penyelidikan untuk menentukan motif pelaku, namun tersangka utama perbuatan tersebut adalah seorang pembantu lagi yang tinggal bersama nenek Saad dan Anie. Karena dirinya tak nampak batang hidungnya setelah kejadian ini.