About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Lindungi Indonesia dari Godaan Nurdin Yang Terkutuk

Dalam Negeri
Nenglya, 05.12.2010 - 01:27
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Penolakan atas kepemimpinan Nurdin Halid di persepakbolaan Indonesia terus bermunculan. Setelah sebelumnya terpampang besar spanduk yang menyatakan dukungan kepada Nurdin Halid di Stadion Gelora Bung Karno, kini muncul spanduk tandingan.

Sebelumnya, akibat menolak spanduk dukungan untuk Nurdin Halid, penonton Piala AFF 2010 merobek spanduk dukungan tersebut. Hal itu dilakukan saat pertandingan Indonesia vs Malaysia Rabu (1/12/2010) lalu.

Malam tadi Sabtu (4/12/2010), saat timnas Indonesia bermain melawan Laos, sebagai tandingan spanduk dukungan terhadap Nurdin, pendukung fanatik tim Merah Putih menggantinya dengan spanduk berwarna merah. Spanduk itu bertuliskan “Lindungi Indonesia dari Godaan Nurdin yang Terkutuk”.

Dalam pertandingan yang dimenangkan Indonesia dengan skor telak 6-0 itu, teriakan “Nurdin Turun, Nurdin Turun!” juga membahana di stadion kebanggan Indonesia berkapasitas 100.000 penonton tersebut.

Mungkin pada bingung bertanya-tanya, siapa Nurdin?
Nurdin Halid, pria kelahiran Makassar itu menjabat sebagai Ketua Umum PSSI sejak tahun 2003, menggantikan Agum Gumelar. Kontroversi dirinya bermula ketika ia terjerat kasus korupsi gula dan beras impor tahun 2004 silam, setahun setelah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.

Saat itu, dirinya mendekam di balik jeruji besi selama dua tahun dan terkena denda uang sebesar 30 miliar rupiah. Namun, ia tetap bertahan sebagai Ketua Umum PSSI, menggunakan hak prerogatifnya.

Setelah bebas, ia kembali terlibat beberapa kasus korupsi, namun selalu lolos dari jeratan hukum. Sebut saja yang paling terkenal, kasus korupsi minyak goreng. Hal ini bahkan membuat Presiden FIFA. Sepp Blatter, gerah dan beberapa kali melayangkan perintah pada PSSI untuk mengganti ketua umumnya, karena sebuah organisasi sepakbola tidak bisa dipimpin oleh seseorang yang terjerat kasus, apalagi pernah menjadi tahanan.

Bahkan, FIFA telah mencoret nama Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI dari website resmi mereka. Namun Nurdin tidak bergeming dan menyatakan tidak akan mundur sebelum masa jabatan berakhir.

Ketika masa jabatannya berakhir tahun 2007 lalu, Nurdin kembali terpilih sebagai Ketua Umum PSSI untuk masa jabatan 2007-2011. Pemilihan ini kontroversial, karena melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), dimana dia menjadi calon tunggal dalam pemilihan tersebut.

Di bawah kepemimpinannya, persepakbolaan Indonesia mengalami berbagai gejolak, mulai dari sistem liga yang kerap berganti, keteledoran koordinasi dengan FIFA, hingga miskinnya prestasi timnas di internasional.

Oleh sebab itu, para pendukung timnas terus-terusan menyerukan untuk menurunkan Nurdin “korup” dari jabatan PSSI seekarang dan tahun-tahun mendatang.

Beri Komentar