- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Situs fenomenal Wikileaks terus beroperasi. Setelah menerima ancaman dari segala arah, para peretas situs ini menjalankan ‘tugas’ mereka dari sebuah bunker bekas perang dingin di negara Swiss.
Sejak merilis Dokumen rahasia tentang kebijakan diplomatik AS, Wikileaks terus mendapat tekanan dari pemerintah negara AS dan para peretas (hacker) lainnya yang ingin menghancurkan situs tersebut.
Pemerintah AS memanfaatkan pengaruhnya untuk memblokir situs tersebut. laman wikileaks.org kini tak lagi berfungsi, namun para peretas Wikileaks dengan cerdik memindahkan situs tersebut ke Wikileaks.ch. Kini situs tersebut telah didaftarkan oleh Sweden Pirate Party yang mempunyai kantor cabang di Swiss.
Partai asal Swedia tersebut memang pernah menjadi mitra si pendiri Wikileaks, Julian Assange. Kini laman Wikileaks.ch masih dapat bebas diakses, dan para peretasnya terus mengupload dokumen-dokumen rahasia, terutama yang berkaitan dengan skandal ‘Cablegate’ diplomatik kedubes AS.
Wikileaks kini memanfaatkan server buatan perusahaan Swedia, Banhof, untuk melancarkan aksinya. Kegiatan ini mereka laksanakan di sebuah bunker di Swiss, yang merupakan sisa-sisa peninggalan masa perang dingin.
Wikileaks berjanji akan terus membocorkan dokumen rahasia banyak negara yang diduga berjumlah lebih dari 250 ribu dokumen. Sebagian kecil dari dokumen tersebut sudah dipublikasikan oleh media surat kabar ternama seperti New York Times dan The Guardian.