About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Minder Karena Ortu Pisah dan Susah Buka Hati

Rubrik Konsultasi
luxboy, 15.11.2010 - 09:21
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

broken-homeBu Maria, saya seorang mahasiswi dari keluarga broken home. Ayah dan bunda saya bercerai beberapa tahun lalu. Kini sering terjadi konflik pada diri saya. Di satu sisi, saya merasa kasihan sama bunda yang sudah bekerja keras. Di sisi lain, saya sangat benci ayah yang tidak bertanggung jawab, padahal ayah saya seorang kontraktor terkenal. Saat ini saya kuliah semester VI. Saya jadi minder dalam pergaulan. Bila ada teman cowok mendekati atau saya yang naksir, saya menutup diri dan malu dengan keadaan keluarga. Pernah ada teman yang mau mampir ke rumah, saya langsung stres dan dengan berbagai cara menghindar. Tapi, lama-lama saya merasa hal itu tidak berguna karena seolah ada beban yang harus saya tanggung seumur hidup. Untung, prestasi saya bagus sehingga masih merasa punya kelebihan. Bagaimana Bu, cara menghilangkan luka hati ini dan membuka hati bagi orang lain untuk masuk ke kehidupan saya?

NN, Somewhere

Salam terhebat buatmu, Non. Di sela-sela keadaan tertekan, kamu masih menulis email untuk mencari secercah harapan bagi masalahmu. Itu sudah merupakan satu langkah awal yang terbaik untuk langkah selanjutnya.

Keluarga yang harmonis merupakan impian tiap anak. Namun, bukan satu-satunya tujuan hidup seorang anak. Artinya, pada saat keluarga rukun, kita bersyukur. Di kala ada badai prahara di keluarga, kita pun tetap harus bersyukur karena Tuhan mempunyai rencana bagimu. Itu dilihat dari sisi iman yang mampu memberikan kekuatan dahsyat untuk menerima keadaan, bukan melupakan.

Secara logika, apa yang dialami orang tua jadikan satu cermin dalam menata masa depanmu kelak. Kamu bisa belajar dari keadaan, mengapa semua bisa terjadi dan berjiwa besarlah untuk memahami keadaan. Masih banyak Non yang lebih menderita daripada kamu, namun mereka tetap bersemangat menjalani hidup.

Orang tua adalah “jalan” yang mengantarmu ke dunia, tapi bukan penentu masa depanmu. Karena itu, tetap hormati dan sayangi mereka dalam keadaan apapun dan tataplah masa depan, gapailah mimpimu, dan bukalah hatimu untuk melihat dunia yang beranekan warna. Kepribadian, performance, dan perilaku yang baik membuat kita punya komunitas, bukan model rumah dan isinya. Jadi, jangan minder dan stres menghadapi lingkunganmu. Tunjukkan lewat prestasi dan pribadimu bahwa kamu mampu mengatasi masalah. Maka, kamu akan keluar jadi pemenang. Selamat berjuang Non.. Kamu past bisa! (Maria Farida Kurniawati – Baby Smile School)

Beri Komentar