About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Ya Ampun, Sapi Pengungsi Merapi Hanya Ditawar Rp 350.000

Dalam Negeri
Nenglya, 13.11.2010 - 09:32
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah nasib pengungsi korban letusan Gunung Merapi di Klaten, Jawa Tengah. Saat ini, para pedagang dan tengkulak sapi menghantui para pengungsi yang masih meninggalkan sapinya di rumah.

Tengkulak sapi itu seenaknya saja menawar sapi milik warga yang berada di pengungsian. Mereka membujuk warga yang memiliki ternak karena tahu warga sudah mulai kekurangan uang.

Praktik tengkulak semakin mencekik warga asal desa-desa yang menjadi korban letusan Gunung Merapi di Kecamatan Kemalang, Manisrenggo, dan sekitarnya. Karena apa? Karena sapi yang berhasil diselamatkan warga hanya ditawar Rp 350.000 hingga Rp 700.000 per ekor.

Perlakuan tengkulak itu seperti sudah tidak punya hati kepada warga. Sikap dan cara mereka semakin menjadi-jadi, para tengkulak itu berkeliling desa sambil membawa truk untuk mengambil sapi dan bahkan sikap paling tidak bermoral yaitu memamerkan uang di depan warga pemilik sapi.

Para tengkulak itu seenak saja bilang, “Ini saya punya uang Rp 350.000, mau diambil atau tidak. Sapi itu sudah tidak sehat karena terlalu lama menghisap banyak debu,” ujar Sukiman, warga Balerante yang menirukan ucapan dan tingkah para tengkulak sapi dengan kesal.

Walaupun tawaran harga yang sangat begitu rendah itu, tapi tetap saja banyak warga yang terpaksa harus melepas sapinya karena sudah tidak punya apa-apa lagi.

Posisi warga yang memiliki sapi ini memang dilema. Jika mereka mau terus memelihara, tetapi sayangnya tidak bisa dan tidak sanggup lagi mengurus dan memberi makan. Sementara kalau dibiarkan di kandang, mereka khawatir sapinya hilang dicuri atau malah mati karena keracunan debu ataupun kurus kurang makan.

sumber : kaskus+kompas

Beri Komentar