- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Turnamen AFF (Asean Football Federation) sebentar lagi akan bergulir. Timnas negara-negara Asia Tenggara sedang sibuk berbenah dan mempersiapkan pemain terbaik mereka untuk berlaga di ajang tersebut. Indonesia adalah salah satunya. Namun terdengar kabar kurang mengenakkan beberapa hari lalu dari kubu timnas. Boas Salossa, salah satu pemain andalan, dikabarkan dicoret oleh pelatih Alfred Riedl dengan alasan indisipliner.
Boas kini hanya menghuni daftar lima pemain cadangan yang hanya akan dipanggil bila ada pemain inti yang cedera. Boas dicoret oleh pelatih Riedl karena keterlambatan hadir untuk mengikuti pelatnas. “Coach Rield sudah menghubungi Boaz dan sepertinya Boaz tidak juga bisa datang hingga hari ini (jumat 12/11). Jadi, diputuskan untuk menempatkannya ke waiting list. Ini untuk menjaga rasa keadilan bagi pemain-pemain lainnya,” kata Wakil Ketua Bidang Teknik Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif saat ditemui jumat (12/11) kemarin.
Timnas Indonesia sendiri sudah memulai pemusatan latihan sejak hari senin (8/11) lalu. Artinya Boas sudah diberi keringanan oleh Reidl selama 5 hari. Boas dikabarkan menemani istri dan kedua anaknya yang sedang sakit, sehingga dirinya tak bisa segera berangkat ke Jakarta memenuhi panggilan Riedl.
Pencoretan itu menimbulkan pro dan kontra, pasalnya Boas Salossa adalah salah satu pemain timnas yang sedang bersinar saat ini. Beberapa pihak sampai menuding pemain berdarah Papua itu tidak nasionalis. Pasalnya, bukan hanya kali ini dirinya berbuat demikian. Beberapa waktu silam pelatih Riedl pernah mencoret Boas dari skuadnya dengan alasan yang sama.
Namun kali ini Boas membela diri, dia mengatakan terpaksa melakukan hal tersebut, dan dirinya cinta Indonesia.”Pendapat orang itu salah. Aku warga negara Indonesia yang selalu siap membela timnas kapan pun. Aku cedera bahkan patah kaki saat membela timnas,” tegas Boas hari sabtu (13/11) pagi tadi.
Boas pun menuturkan sebab keterlambatannya tersebut. “Kedua anakku yang berusia 8 bulan dan 4 tahun sakit semua. Belum lagi istriku. Aku enggak mengerti kenapa mereka sakit berbarengan. Apalagi anakku yang pertama cukup dekat denganku. Aku pergi sedikit saja, dia pasti mencariku,” beber Boaz. “Dengan kondisi seperti itu, aku berat meninggalkan mereka. “Aku sangat khawatir dengan keadaan mereka.Coba Anda berada di posisiku, apakah tega meninggalkan mereka? Pada saat bersamaan aku terus berkomunikasi dengan Asisten Pelatih Wolfgang Pikal. Aku meyakinkan mereka bahwa aku siap mengikuti pelatnas,” terangnya.
Selanjutnya Boas juga mengatakan dirinya menerima keputusan Riedl tersebut, namun dirinya siap bila dipanggil kembali kapan saja. “Aku selalu siap membela timnas. Aku sudah banyak berkorban di timnas. Bahkan, kakiku patah saat bermain bersama timnas, bukan Persipura,” pungkasnya.
Selain Boas, Riedl juga mencoret pemain muda Oktovianus Maniani karena cidera hamstring. Posisi Boaz digantikan oleh pemain Arema, Dendi Santoso
Walaupun tanpa Boas dan Okto, semoga timnas kita tetap dapat berprestasi. Kepakkan sayapmu Garuda!
boas…
km bersabar y??
mungkin d laga berikut nya km dapat tampil..
semangat trussss y??
boas is the best,kamu yang terbaik boci,aku selalu mendukung untuk kembali membela timnas,bravo sepak bola indonsia…………
Boas pemain favorit saya, alasan yang dia ucapkan bisa dimaklumi, seandainya Riedl ada diposisi Boas apa yang dia lakukan ? so, lebih baik beri Boas toleransi lebih sebab keadaan yang dia hadapi bukan keinginannya, salut buat Boas masih menunjukkan keinginannya siap dipanggil kapan saja walaupun sudah dicoret. Maju terus BOAS !!!