About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Soeharto Batal Dapat Gelar Pahlawan

Dalam Negeri
Billy, 11.11.2010 - 16:25
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

pak-hartoAkhirnya gonjang ganjing kontroversi rencana penganugrahan gelar Pahlawan pada (alm) mantan Presiden Soeharto berakhir sudah. Dewan Gelar Tanda Kehormatan dan Tanda Jasa memastikan bahwa Pak Harto, panggilan akrab Soeharto, tidak memperoleh gelar tersebut.

Kepastian itu disampaikan dalam acara penganugerahan gelar pahlawan dan gelar kehormatan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/11/2010) tadi siang.

Pada acara yang dihadiri oleh Bapak Presiden Susilo Bambang yudhoyono itu, dibacakanKeputusan Presiden No 52 TK/2010 yang menyatakan bahwa gelar Pahlawan tahun ini hanya disematkan pada dua dari sepuluh tokoh yang telah diajukan, yakni Dr Johannes Leimena dan Johannes Abraham Dimara.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto menjelaskan tak ada pertimbangan khusus mengapa dua tokoh yang kebetulan berasal dari Indonesia Timur yang dinobatkan pahlawan. “Tidak ada aspek apa pun. Kebetulan yang didiskusikan memang dua nama ini, yang kami rekomendasikan,” kata Djoko usai melepas keberangkatan Presiden SBY dan rombongan ke Korea Selatan, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Kamis siang tadi.

Sementara, bagi nama-nama tokoh lain yang diajukan, di antaranya Soeharto, Gus Dur, Ali Sadikin, Djoko mengaku memang tokoh-tokoh tersebut sudah memenuhi syarat umum dan khusus karena sudah diteliti oleh Kementrian sosial. namun menurutnya, ada pertimbangan lanjut yang lebih ‘tajam’ yang menjadi faktor penentu.

Johannes Leimena adalah tokoh pejuang dari Maluku. Ia adalah seorang dokter yang telah berkarya di berbagai daerah. Bapak dari delapan anak ini pernah menjabat sebagai menteri kesehatan sejak 1946 sampai 1956. Dia bahkan pernah menjadi Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Dwikora II dan Kabinet Dwikora III pada 1966. Pria yang lahir pada 6 Maret 1905 ini wafat pada 29 Maret 1977.

Sementara Johannes Abraham Dimara adalah pejuang dari Papua. Dia pernah menjadi Ketua Pembebasan Irian Barat. Dia juga terlibat dalam perjuangan pembebasan Irian Barat di forum internasional (1961). Bahkan, Johannes Abraham Dimara pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung dan DPR RI.

Selamat untuk kedua tokoh yang disematkan gelar Pahlawan tersebut!

Beri Komentar