About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Stres, Pengungsi Merapi Bunuh Diri

Dalam Negeri
Billy, 09.11.2010 - 13:59
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

pengungsi-merapiTragis memang nasib para korban bencana Merapi. Tak hanya mereka yang kehilangan nyawa dalam musibah itu. Mereka yang berstatus pengungsi pun belum bisa bernafas lega. Kelelahan fisik, mental dan pikiran tentang harta benda mereka yang musnah dapat memicu gangguan kejiwaan, bahkan depresi.

Salah satu pengungsi sudah menjadi korbannya. Sukiran, 42 tahun, seorang petani dari Dusun Manggong, Kepuharjo, Cangkringan ini nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat ke gorong-gorong di dekat area pengungsian Stadion Maguwoharjo, Sleman. Akibatnya, dirinya terseret arus air deras hingga tenggelam.

“Sukiran dilanda depresi berat karena seluruh hartanya habis, baik ternak, rumah dan segala yang dimilikinya. Dia meninggal senin (8/11) kemarin,” kata Veqentina Puspa Indah, psikolog yang bertugas di pos Maguwoharjo.

Tak hanya Sukiran, menurut catatan Puspa selama bertugas, ada 60 pengungsi yang mengalami depresi dan gangguan jiwa ringan di area pengungsian itu. “Bahkan, ada juga seorang ibu yang enggan menyusui anaknya karena depresi berat. Rumah dan hewan ternak serta harta lainnya ludes diterjang awan panas,” tuturnya.

Menurut Puspa, jumlah pengungsi yang tertekan mentalnya dapat terus bertambah, maka dari itu dirinya beserta tim psikolog akan berusaha segenap kemampuan untuk menanggulanginya.

Hingga saat ini, erupsi Merapi telah menelan korban jiwa sebanyak 168 orang. Sementara pengungsi yang tercatat sebanyak 280.000 orang.

Jumlah pengungsi yang super-masif (terlampau banyak) itu lambat laun akan berdampak negatif pada lingkungan sekitar. Mari sama-sama berharap pemerintah cepat tanggap dan fokus pada masalah ini. Untuk para relawan, berjuanglah!

Beri Komentar