- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Paguyuban Kebatinan Tri Tunggal (PKTT) Yogyakarta menggelar ritual tolak bala pada Senin (8/11/2010), pukul 21.00 WIB. Ritual dimaksudkan, agar warga Yogjakarta dan sekitarnya terhindar dari mara bahaya akibat letusan Merapi.
Ritual yang dipusatkan di Tugu Yogjakarta ini diawalai dengan mengarak Kerbau Bule/Kerbau Albino. Iringan-iringan puluhan anggota PKTT yang berawal dari SMPN 6 Terban Yogyakarta kemudian menyusuri Jl Sudirman, dan acara ritual dilaksanakan di Perempatan Jl Sudirman-Mangkubumi-AM Sangaji.


Acara dimulai dengan mementaskan Tari Bedoyo (Sebuah tarian sakral yang katanya sih.. berhubungan dengan ratu kidul). Puncak acara diisi dengan pemotongan seekor Kerbau Bule dan sembilan ayam jago Jurik Kuning sebagai sesaji. Selain itu ada juga getuk lindri dengan bentuk boneka manusia yang berjumlah 99.

Sesaji tersebut merupakan simbol manusia dan alam sekitarnya. Dan diharapkan dengan ritual ini, dapat terjadi harmonisasi antara manusia dan alam.
Kepala kerbau dan sembilan ayam jago Jurik Kuning dibawa ke lereng Merapi untuk ditanam di sana (Senin 08/11/10) tadi malam. Daging badannya dibagikan pada warga.
Gunung meledak bukan kehendak gunung, bukan kehendak Alam.
Tapi perintah dari Alloh kepada mereka.
huhhhhhhhh… kesel banget lihat berita ini
Alangkah bodohnya pemuka adat mereka ini.
sudah jelas-jelas mereka kena musibah karena melakukan perbuatan syirik, dan ngga meminta tolong kepada Alloh, eh malah ditambah lagi perbuatan syiriknya.
Tunggu saja azab lebih besar lagi krn syirikmu itu.
semoga orang2 yang mengikuti pemuka2 bodoh ini semakin sadar kalau ritual itu ngga ada gunanya bahkan mengundang benana. semoga mereka tambah ilmunya ttg cara meminta tolong hanya kepada Alloh.
ritual kuwi wong edan kabeh,,,!!!!!!!!!
itu adalah dosa yang sangat besar…!!!!!!!!!!
hmmmmmm…
sekarang tu yang penting berserah diri aj ma yang d atas..
gak perlu mkirin hal2 yang d luar logika..
jangan ikuti cara2 setan..
jangan terlalu percaya ma hal2 kyk gtu..
derajat manusia lebih tinggi dari pd kerbau dan yg dkasih kerbau (penunggu na merapi)