- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Ternyata Merapi belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali tertidur. Hingga hari ini, erupsi demi erupsi masih terjadi dari puncak Gunung Merapi tersebut. Awan panas atau Wedhus Gembel masih dihasilkan oleh erupsi Merapi.
Namun untunglah tindakan cepat dari pemerintah dan para relawan dapat meminimalkan jumlah korban. Setelah memakan jumlah korban yang besar bada letusan hari jumat (5/11) dini hari kemarin, hingga kini belum tercatat ada korban lagi akibat Wedhus Gembel.
Namun, akibat dari erupsi Merapi masih terasa, hal ini dapat dilihat dari jumlah masyarakat yang melakukan eksodud / pengungsian besar0besaran. Pada minggu pukul 12.00 WIB tadi, tercatat ada 278.403 jiwa pengungsi. Dengan rincian asal pengungsi dari Jumlah tersebut berasal dari Sleman 54.153 orang, Klaten (58.482), Boyolali (60.643), Kabupaten Magelang (102.353), dan Kota Magelang (2.772).
Pengungsi tersebut ditampung di sejumlah barak pengungsian yang tersebar di beberapa daerah. Di Sleman, para pengungsi ditampung di Stadion Manguwoharjo dan Auditorium kampus UPN “Veteran” Yogyakarta. Sedangkan di Kabupaten Klaten pengungsi ditampung di Pendopo Pemda, Gor Gelarsena, dan Gedung DPRD. Di Kabupaten Magelang pengungsi berada di Muntilan, Sawangan Salam, dan Borobudur. Sedangkan untuk Kota Magelang berada di Bakorwil, Panti Mandala, dan Kiai Sepanjang.
Sejak 5 november lalu, para warga yang berada dalam radius 15 hingga 20 km di sekitar Merapi terpaksa harus mengungsi dari kediamannya, karena tingkat intensitas letusan Merapi yang kian meninggi. Bahkan kini kabarnya titik aman Merapi berada tak kurang dari radius 25 kilometer dari gunung tersebut.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Badan Geologi, Kementerian ESDM, Surono pun membenarkan jika aktivitas Gunung Merapi belum berakhir. Pria yang akrab disapa Pak Rono ini meminta warga untuk tetap waspada.
Hingga minggu siang ini, Merapi masih terus mengeluarkan suara gemuruh disertai gempa kecil,