About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Pandu Bayu, Si Penyelamat Ponimin : “Bisa Menyelamatkan, Itu Paling Penting”

Dalam Negeri
Nenglya, 04.11.2010 - 16:24
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Pandu Bayu Nugraha

Pandu Bayu Nugraha sang penyelamat Ponimin.

Saat ditemui di Pakem, Sleman, Senin (1/11), kedua kaki Pandu Bayu Nugraha, 20, masih melepuh. Salep khusus luka bakar dibalur di kedua kaki itu. Luka bakar di kedua kakinya adalah tanda perjuangannya menaklukkan keganasan wedhus gembel Merapi pada erupsi, Selasa (26/10).

Rasa tanggung jawabnya sebagai anggota relawan evakuasi korban Merapi, menjadikannya berperan menyelamatkan Ponimin, juru kunci Kali Adem, yang terjebak di rumahnya saat erupsi minggu lalu.

Usianya yang masih muda tak menyurutkannya bergabung menjadi relawan evakuasi korban Merapi. Bahkan ia adalah salah satu anggota penyelamat yang datang pertama kali setelah awan panas Merapi keluar.

“Waktu itu saya datang sekitar 23.30 WIB. Kondisi masih kacau. Saya pakai motor trail untuk bawa oksigen bagi korban yang terjebak. Tapi ternyata motor saya terpersok,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Dia bertekad pergi ke rumah Ponimin, setelah mendapatkan informasi masih ada korban yang perlu dievakuasi dan butuh oksigen.

Pandu berkisah, saat tiba di rumah sang juru kunci Kali Adem, kondisi suhu udara begitu panas. “Saya lihat Pak Ponimin dan keluarganya. Saya datangi mereka, tanpa oksigen, karena benda itu ikut terperosok bersama motor,” ujarnya.

Menurut dia, sudah ada dua orang anggota penyelamat yang datang menjemput keluarga Ponimin namun justru mereka ikut terjebak. Di rumah itu, terdapat Ponimin dan istri, serta dua anak dan anak balita, serta warga Kaliadem bernama Sutrisno.

Karena ban mobil yang hendak digunakan sebagai sarana evakuasi meletus, mereka akhirnya menyelamatkan diri menggunakan bantal, sajadah dan helm sebagai alas pijakan dengan berbaris satu persatu.

Pandu mengaku waktu itu terpaksa menggendong istri Ponimin yang masih mengenakan rukuh. Dari rumah Ponimin sampai di tempat aman, mereka dijemput mobil SAR.

“Saya menggendong sampai sekitar satu jam. Di bawah sudah ada dua mobil satu double cabin, satu pick up. Pak Ponimin dan Pak Tris naik mobil double cabin, lainnya di pick up, terus ke barak,” terangnya.

Ia sendiri mengaku tak memiliki pamrih apa-apa melakukan tindakan tersebut. Yang ia pikirkan saat itu hanyalah menyelamatkan orang agar tak jatuh lebih banyak korban lagi.

“Terserah mau diakui atau tidak, yang penting mereka selamat,” pungkas mahasiswa MMTC ini.

sumber : harianjogja

*Gue ga bisa ngomong apalah lagi. Pahlawan sesungguhnya bukan Mukena ataupun ponimin, bahkan bukan istri ponimin itu sendiri.. melainkan Pandu Bayu Nugraha, yang di berikan kekuatan dan hikmat oleh Tuhan untuk saling membantu sesama manusia. Walaupun ujung-ujungnya dia disepelekan oleh keluarga ponimin, tapi dia Ikhlas..

Jadi, mulai sekarang.. TOLONG STOP PEMBERITAAN PONIMIN PONIYEM TENTANG NGIBULNYA. Tolong Hargai Para Relawan.

@Pandu.. Semangad!!!!

Komentar Pembaca (7)


  1. [...] worse???) istri Ponimin tidak dalam kondisi yang memungkinkan untuk berjalan di tanah yang membara, maka Pandu menggendongnya. Holyshit. Membawa seorang manusia dewasa di tanah membara. Mungkin dia sekuat ini: Aduh maaf, [...]

  2. rouf mudlofar says:

    walah. nggak nyangka, salah satu sohib ku bisa jadi pahlawan kayak gini..
    hebat dah buat kamu ndu…
    anak anak STEMSA ngacungin jempol buat kamu dah…
    smangat…

Beri Komentar