- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Kementerian Perhubungan, Kamis (4/11/2010) siang, memberikan keterangan resmi terkait pemberitaan pesawat milik maskapai penerbangan Australia, Qantas, yang sempat mengalami kegagalan mesin nomor dua yang terletak di bagian sayap kiri ketika melintasi wilayah Batam.
Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, pesawat jenis A380 dengan nomor penerbangan QFA-32 rute London-Singapura-Sydney lepas landas dari Bandar Udara Internasional Changi pada pukul 09.00. Baru lepas landas lima menit, pesawat berpenumpang 469 orang tersebut mengalami masalah. Beberapa bagian mesin lepas dari badan pesawat.
Pesawat diputuskan untuk kembali ke Singapura atau return to base (RTB). Namun, mengingat bahan bakar masih penuh, maka pilot melakukan fuel dumping (menghabiskan bahan bakar) di atas perairan di sekitar poin HOSBA. Di sana, pesawat berputar-putar selama 90 menit.
Saat itu, pihak Singapura sempat melakukan kontak dengan otoritas Bandar Udara Hang Nadim, Batam. Setelah berputar-putar selama 90 menit, akhirnya pesawat berhasil mendarat darurat dengan selamat pada pukul 10.46 di Changi. 500 penumpang selamat.

Saat ini, Indonesia terus melakukan kontak dengan pihak Singapura.
Serpihan-Serpihan Badan Pesawat
Benar, jika sebelumnya pesawat Qantas terbang melewati Batam dan saat berada di atas Batam (yang dekat dengan Singapore) disitulah mesin sayap kiri yang rusak berat. Sehingga membuat mesin sayap kiri meledak dan serpihan-serpihan ledakan tersebut jatuh ke bumi.
Serpihan-serpihan tersebut sekarang berada di polresta Jakarta.


![]()

