- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Ketua DPR yang terhormat, bapak Marzuki Alie ternyata memang sering membuat keputusan nyeleneh. Sosok yang ‘angkat nama’ setelah komentar ‘simpatik’ nya terhadap musibah tsunami di Mentawai ini tercatat sudah mengeluarkan beberapa keputusan kontroversial selama menjabat sebagai ketua DPR.
Apa saja keputusan tersebut? berikut rincian beserta tanggal kejadiannya :
1. 26 Oktober 2009
Pada tanggal ini, Marzuki baru genap tiga minggu menjabat sebagai Ketua DPR. Ia menyatakan dukungan untuk menaikkan gaji para menteri. “Masak tidak boleh naik. Bagaimana sih? Kalau sudah lima tahun harga naik berlipat-lipat. Gaji tidak naik terus bagaimana,” Katanya enteng.
2. 27 Oktober 2009
Sehari setelah pernyataan soal minta naik gaji, Pak Marzuki membatalkan secara sepihak pertemuan rapat kerja Komisi IX dengan Menteri Kesehatan dan rapat kerja Komisi VIII dengan Menteri Agama. Menurut Ketua Komisi IX, Ribka Tjiptaning, pembatalan ini baru pertama terjadi selama dirinya menjabat sebagai ketua Komisi dari tahun 2004. Pak Marzuki menuturkan alasannya membatalkan pertemuan tersebut karena dinilainya dadakan, tidak direncanakan dengan baik, dan tidak ada masalah yang jelas.
3. 17 November 2009
Bapak Marzuki mangkir hadir dari rapat paripurna DPR yang sebenaranya akan mengagendakan pembacaan usul hak angket bagi kasus Bank Century. Akibtanya usul tersebut tidak jadi dibahas dalam rapat tersebut, dan diundur hingga pekan depan. Maruarar Sirait, sang inisiator usul hak angket Bank Century mensinyalir adanya kesengajaan dari Bapak Ketua DPR untuk menghambat usul tersebut.
4. 21 Januari 2010
Bapak Marzuki secara sepihak menghadiri pertemuan tertutup antara Bapak Presiden SBY dengan sejumlah pejabat tinggi lembaga negara di Istana Bogor. Bahkan menurut Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, dirinya tidak merasa terwakili dalam pertemuan tersebut. lho?
5. 2 Maret 2010
Beliau secara sepihak menyudahi rapat paripurna DPR yang membahas rekomendasi Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century. Menurutnya, ada beberapa pihak yang melakukan interupsi ‘di luar konteks’. Namun Pak Marzuki tidak bermusyawarah dengan pimpinan lain lebih dahulu sebelum menghentikan rapat tersebut. Ketika dituding otoriter, dirinya berkilah dengan mengatakan tindakannya sudah sesuai dengan dasar tata tertib DPR.
6. 3 Maret 2010
Bapak Ketua Dewan Yang Terhormat ini beberapa kali menerima telpon saat memimpin rapat yang membahas tentang rekomendasi Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century. “Saya rasa itu orang yang sangat penting sebab dia lagi memimpin rapat, ditelepon, dia mengangkat telepon itu. Dia tidak menyerahkan pimpinan rapat pada pimpinan lain,” kata Syarifuddin Sudding, seorang peserta rapat yang juga merupakan pimpinan fraksi Hanura.
7. 23 Agustus 2010
Pak Marzuki membela remisi yang dilakukan Presiden SBY kepada Aulia Pohan, terpidana kasus korupsi yang juga merupakan besan dari Pak SBY. Menurut Pak MArzuki, Aulia Pohan tidak pantas disebut koruptor. “Aulia bukan koruptor. Tapi ia ikut kena pasal. Koruptor itu kan makan uang negara, sementara dia cuma ikut membuat kebijakan,” ujar Marzuki kala itu.
Namun keesokan harinya, Juru bicara Komisis Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa pihaknya telah menuntut Aulia Pohan melalui proses hukum dengan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
8. 15 September 2010
Bapak Marzuki menghimbau agar studi banding anggota DPR ke luar negeri jangan dianggap sebagai suatu pemborosan. Menurutnya, itu merupakan salah satu bentuk ‘pengabdian tugas’ para anggota dewan untuk ‘mengumpulkan referensi’ dalam menyelesaikan rancangan Undang-Undang. Bahkan menurutnya, uang harian, transportasi dan penginapan yang didapat para wakil rakyat itu tidak cukup. “Terus terang saja, kalau ke Eropa, uang harian itu nggak cukup,” kata Marzuki.
9. 6 Oktober 2010
Bapak Ketua Dewan Yang Terhormat bersama 4 orang anggota pimpinan DPR lain mengundang calon Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Timur Pradopo ke DPR, padahal Komisi III belum melakukan pengesahan uji kelayakan terhadap Timur Pradopo. Komisi III pun sepakat meneken mosi tak percaya terhadap Pak Marzuki. Apa tanggapan Pak Marzuki? “Komisi III ini lebay ya, mengurusi kerjaan orang,” katanya.
10. 27 Oktober 2010
Bapak Ketua Dewan mengeluarkan pernyataan yang sangat ‘merakyat’ terhadap korban bencana tsunami di Mentawai. ”Mentawai itu, kan pulau. Jauh itu. Pulau kesapu dengan tsunami, ombak besar, konsekuensi kita tinggal di pulaulah.” ujarnya. Marzuki juga menyarankan agar mereka direlokasi ke daratan. Bahkan tanpa menyempatkan diri sedikitpun untuk meninjau ke Mentawai, menurutnya anggota DPR tidak perlu datang ke lokasi bencana untuk membantu korban dan pemulihan pascabencana. Alasannya, itu merupakan tugas pemerintah.
Untuk pernyataan terakhir yang membuat namanya terkenal bak selebriti ini, rekan separtainya, Ruhut Sitompul sampai ikut angkat bicara. “Saya dari dulu melihat sudah tidak cocok dan saya kira Partai Demokrat akan memikirkan apakah Marzuki perlu dibiarkan atau diganti dari Ketua DPR,” kata Ruhut dengan ekspresi kecewa.