- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Aktivitas Anak Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda dalam beberapa hari terakhir mulai meningkat. Sejak Rabu (27/10) sudah mulai terjadi gempa vulkanik dangkal sebanyak 35 kali.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Anak Gunung Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan Andi Suardi mengatakan, asap yang diakibatkan letusan-letusan kecil GAK sudah mulai terlihat.
Andi menjelaskan, meningkatnya aktivitas GAK bukan akibat meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta. Peningkatan aktivitas disebabkan karena GAK merupakan gunung berapi aktif. Tidak ada hubungannya sama sekali.

Pusat Vulkanologi dan Migitasi Bencana Geologi (PVMBG) sampai saat ini masih menetapkan Krakatau berstatus waspada. Aktivitas yang meningkat beberapa hari terakhir, menyebabkan anak gunung krakatau ini mengeluarkan asap.
Meskipun Krakatau masih bisa dikunjungi wisatawan, namun, diharapkan yang ingin berkunjung tidak terlalu dekat dengan Anak Gunung Krakatau. Sebab, letusan kecil yang mengelurakan asap dikhawatirkan berpotensi bahaya.