- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Gelombang Tsunami setinggi enam meter yang menyapu Pagai Utara dan Pagai Selatan di Kepulauan Mentawai menelan ratusan korban. Penyebabnya tentu saja gempa berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) yang terjadi di Sumbar Senin malam kemarin.
Seharusnya tsunami Mentawai ini tidak menelan korban begitu banyak jika BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika tidak mencabut peringatan akan bahaya terjadinya tsunami dua jam setelah gempa Sumbar kemarin itu.
Laporan tadi malam menyebutkan korban tewas akibat tsunami di Mentawai 112 orang dan 502 orang dilaporkan hilang. Umumnya korban hilang adalah warga yang tinggal di pinggir pantai.
detikNews menyebutkan bahwa korban tsunami Mentawai saat ini butuh bantuan sembako.
Sebelumnya, BMKG menyatakan gempa yang mengguncang Sumbar pukul 21.42 di koordinat 3.61 LS-99.93 BT atau 78 km barat daya Pagai Selatan pada kedalaman 10 km tersebut berpotensi memicu tsunami. Namun, berselang dua jam setelah gempa, BMKG mencabut peringatan tersebut.
Bagaimana BMKG bisa lalai seperti itu?