- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Pemerintah Kota Surabaya akan memasang kamera pemantau atau CCTV di lokasi prostitusi Dolly. Yang dimana fungsinya ialah memantau pekerja baru di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya, Chalid Buhari, mengatakan, kamera pemantau bakal dioperasikan 24 nonstop setiap hari.
“Kamera itu akan memantau apakah ada PSK baru di kawasan tersebut. Juga untuk memantau siapa saja penyedia jasa di kawasan itu,” ujar Chalid Buhari, di Surabaya, Senin (25/10/2010).
Pendatang baru yang wajahnya terekam akan segera didatangi. Selain memastikan kelengkapan administrasi kependudukan, juga untuk mencegah kejahatan lain.
“Kalau korban trafficking bisa segera diketahui dan dipulangkan. Begitu juga kalau administrasi kependudukan tidak lengkap, akan dipulangkan,” tuturnya.
Dengan kata lain, cara itu dapat perlahan-lahan membuat lokalisasi itu akan kekurangan PSK dan akhirnya tutup. Penutupan secara perlahan-lahan itu dinilai cenderung dipilih Pemkot Surabaya dibandingkan penutupan seketika seperti diinginkan Pemprov Jawa Timur.
Seperti diberitakan, Gubernur Jatim, Soekarwo, mapun Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, mendesak agar penutupan lokalisasi Dolly segera dilakukan. Namun, karena yang memiliki wewenang adalah Pemkot Surabaya, maka pemrov akan memberi dukungan dan bantuan jika diminta agar lokalisasi Dolly tak lagi eksis di Surabaya.
kamarnya sekalian di kasih CCTV