- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Gagasan membuka pub / bar kecil itu sudah biasa, tempat untuk melepas lelah para pekerja ini memang sudah lazim di Barat sana. Tapi pub bernafaskan agama? Waw, sepertinya baru kali ini ada.
Adalah Pub ‘Giovanni Paolo II’ (Yohanes Paulus II) yang baru dibuka di kawasan makam bersejarah di pusat kota Roma. Pub kecil ini memang seperti bar pada umumnya, menyajikan minuman dan makanan ringan, dengan menyetel musik ala 60an dan pelayan yang berseliweran menyajikan pesanan pengunjung.
Namun ada yang sedikit berbeda pada pernik pernik yang ada di sekeliling bar tersebut. Dindingnya sarat dengan kutipan-kutipan religius. Beberapa dari orang-orang suci katolik, bahkan ada yang dikutip dari injil, dan ada sebuah salib besar tergantung di salah satu sudut ruangan. Pemilik bar tersebut adalah seorang imam Katolik bernama Marizio Mizilli.
“Idenya adalah untuk menawarkan kepada orang muda Roma… kesempatan untuk mengekspresikan diri, untuk mendengar, didengarkan, untuk minum sesuatu tetapi dengan cara yang sehat, dengan cara yang bagus,” kata Romo Marizio ketika ditanya apa alasannya membuka tempat semacam ini.
Meskipun beroperasi sebagai pub, namun ada beberapa aturan yang harus dipatuhi pengunjung. Salah satunya adalah pengunjung tidak diperkenankan mabuk.
Maka dari itulah ada beberapa jenis minuman keras yang tidak diperdagangkan di tempat ini, diantaranya adalah Vodka. “Yang penting adalah bahwa setiap orang yang datang ke sini harus tahu bahwa mereka tidak bisa mabuk. Ada aturan. Karena Anda bisa bersenang-senang, Anda bisa minum dengan cara yang sehat. Tidak perlu menjadi gila untuk bersenang-senang,” kata Romo Marizio kemudian.
Seorang penjaga pintu bar tersebut, Massimo Camussi menuturkan bahwa tempat ini dibangun dengan tujuan menjangkau anak-anak muda yang berziarah di kota Roma untuk dapat berkumpul bersama untuk bercengkrama, bertukar cerita tentang gereja Katolik dan hal lain yang sejenis.
Bar unik ini sendiri terletak di beberapa langkah menuruni basilika San Carlo al Corso, di salah satu jalan kota Roma yang paling populer, dimana jalan tersebut merupakan tempat toko-toko pakaian berkelas.
Pub ‘Giovanni Paolo II’ menyajikan berbagai merek bir dengan harga yang lebih murah ketimbang ‘kompetitor’ nya. Namun pada malam pembukaannya, bar ini hanya didatangi oleh beberapa pengunjung saja. Salah satunya seorang pengunjung yang berasal dari Cologne, Jerman, Pascal Mengede, mengeluh tentang tidak adanya penunjuk jalan menuju bar ini, sehingga sulit untuk ditemukan.
Namun baginya, hal itu bukan masalah, tapi menurutnya Pub ini kalah kelas dibanding pub lain yang sejenis. “Tidak apa-apa tapi saya pikir sebuah pub Irlandia lebih baik daripada ini.” ujarnya.
Niatnya bagus sih, semoga saja tahan lama dan tidak ‘menyimpang’ jadinya nanti yah ![]()