- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Memang sudah resiko jadi seorang artis sinetron, peran yang mereka bawakan setiap pekan di layar kaca bisa berdampak kedalam kehidupan nyata mereka. Salah satu yang menjadi ‘korban’ adalah Dinda Kanya Dewi. Artis cantik yang memerankan karakter antagonis Mischa di serial Cinta Fitri itu terpaksa me-nonaktifkan akun twitternya sejak 17 April lalu.
Alasan Dinda menghentikan aktifitasnya di situs social network ternama itu adalah banyaknya hujatan dan makian yang diterimanya setiap hari. “Kalau pulang kerja, niatnya mau menghibur orang tapi malah dapat hujatan. Daripada gue terganggu, gila, atau makin stress karena twitter, makanya gue cabut aja.” papar Dinda.
Pada mulanya, ‘kata-kata indah’ itu masih dapat ditolerir, namun, makin lama makin banyak dan kasar. “Makin ke sini kok makin menjadi, setiap malam ada saja hujatan yang datang ke gue. Dan ternyata itu sangat mengganggu pribadi gue, jadi ya, sudahlah.” ujarnya. “dan kata-katanya pedas banget loh” tambahnya lagi.
Dinda sendiri mengaku bosan dengan peran antagonis. Dirinya seringkali terpikir untuk mencari peran baru yang lebih menantang. “Kalau mau jujur, iya.. gue bosan. Tapi gue di sini dituntut untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah gue jalankan,” katanya.
Sebelum kejadian tersebut, Dinda adalah seorang yang rajin mengupdate status di twitter. Dirinya mengaku jarang bisa melepaskan diri dari Handphonenya karena keasikan bermain twitter. “Saat gue main twitter, jujur itu sampai addict banget. Dan karena itu pula banyak hal yang gue lewatin kaya misalnya baca buku. Bahkan gue jadi jarang berkomunikasi sama orang-orang disekitar gue.” tutur kekasih Derby Romero ini.
Menurutnya, ada sisi positif dan negatif keputusannya menghentikan kegiatan di jagat twitter. “Perubahan negatifnya gue jadi nggak se-up to date teman-teman lain, interaksi dengan para penggemar jadi agak-agak berkurang.
Tapi dampak positifnya lebih banyak. Jadi bisa melakukan hal yang jauh lebih guna daripada cuma ngeliatin handphone saja.” pungkasnya.
Dinda jadi korban Twitter apa korban peran antagonis-nya ya?