- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Setelah 69 hari terjebak di kedalaman ratusan meter di bawah tanah, mulai dini hari kemarin (13/10) WIB, satu per satu pekerja tambang di Cile tersebut mulai diangkat ke permukaan. Sopir berusia 31 tahun pernama Florencio Avalos, dipilih sebagai orang pertama di antara 33 pekerja yang terperangkap di tambang yang runtuh sejak 5 Agustus lalu.
Apa itu kapsul Phoenix?
Phoenix merupakan kapsul yang terbuat dari baja dengan berat 420 kg dan tinggi 1,9 meter. Kapsul yang hanya mampu memuat satu orang itu didesain khusus oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Angkatan Laut Cile. Kapsul berteknologi tinggi itu dicat sesuai warna bendera Cile, yakni merah, putih, dan biru.

Kendaraan penyelamat itu dilengkapi dengan pasokan oksigen, perangkat komunikasi dua arah, video kamera, roda di sisi kapsul, dan pintu darurat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seluruh perangkat tersebut diharapkan mampu bekerja dengan baik untuk membantu proses penyelamatan pertama di dunia itu.
Phoenix melaju dengan kecepatan 1-1,8 meter per detik di lubang berdiameter 75 cm. Diturunkan dengan sebuah derek besar yang dipasang di sisi bukit. Karena kecepatannya cuma 1-1,8 meter per detik, maka untuk menyelamatkan satu orang di kedalaman 700 meter bawah tanah, membutuhkan waktu 16-20 menit.
CNN juga menayangkan secara langsung detik-detik penyelamatan tersebut. Avalos berhasil diangkat ke permukaan pukul 11.13 Selasa waktu Cile / Rabu pukul 00.13 WIB . Kemunculan Avalos 16 menit kemudian langsung disambut tepuk tangan dan sorak-sorai para anggota keluarga dan tim penyelamat.
Sementara dua pekerja lain yang diselamatkan setelah Avalos adalah Mario Sepulveda, 39, yang merupakan seorang teknisi spesialis listrik dan Carlos Mamani adalah satu-satunya warga Bolivia. Hingga pukul 23.00 tadi malam WIB, sekitar 16 orang sudah berhasil diselamatkan oleh Phoenix, sang kapsul penyelamat.
Semoga proses pengangkatan berjalan lancar.