- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Kerusuhan suporter kembali mencoreng wajah persepakbolaan dunia. Laga kualifikasi Piala Eropa 2012 antara Italia melawan Serbia di stadion Luigis Ferraris, Genoa, dinihari tadi terpaksa dihentikan pada menit ke 6 karena situasi memanas dan tak terkendali.
Kembang api dilemparkan oleh para suporter ke tengah lapangan, bahkan menurut kabar, ditemukan sejumlah bom asap yang ikut dilemparkan ke lapangan. Akhirnya wasit asal Skotlandia Craig Thompson menghentikan laga ini setelah salah satu kembang api tersebut jatuh di dekat kiper Italia Emiliano Viviano.

Suporter Ultras Serbia disinyalir menjadi biang kerok kerusuhan ini. Situasi bahkan sudah genting sebelum pertandingan, para suporter Serbia ini melemparkan kembang api ke dalam bus pemain Serbia sesaat setelah meninggalkan hotel mereka untuk menuju stadion. Kiper Serbia Vladimir Stojkovic menjadi korban insiden ini. Dirinya harus dilarikan ke rumah sakit setempat setelah terkena lemparan kembang api di dalam bus.
“Ini adalah salah satu hari terburuk dalam sejarah sepakbola Serbia,” ujar Savo Milosevic, mantan pemain Parma dan timnas Serbia, di Football Italia.
Para suporter Serbia ini juga mengamuk dengan beringas di dalam stadion. Mereka memecahkan fiberglass yang memisahkan tribun penonton dengan lapangan serta merobek jaring pengaman yang menjadi pembatas. Banyak mercon dan kembang api juga dilempar dari bangku penonton. Kerusuhan juga merembet hingga ke jalan-jalan kota Genoa.
Belum jelas maksud dan tujuan dari insiden ini, namun diduga hal ini merupakan tindakan terorganisir, dan diatur langsung dari kota Belgrade, Serbia. “Ini adalah sebuah skandal dan mereka yang mengorganisir kerusuhan ini ada di Belgrade,” ucap Presiden Federasi Sepakbola Serbia Tomislav Karadzic.
Hal ini tentunya sungguh memalukan bagi sepakbola Serbia, bahkan kabarnya sang kapten Dejan Stankovic menangis di ruang ganti pemain setelah laga, ia sangat menyesali kejadian ini.
UEFA sendiri belum mengeluarkan keputusan terkait insiden tersebut, dan baik pihak Serbia maupun Italia masih menunggu tindakan dari badan sepakbola Uni Eropa tersebut.