About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Tarif Parkir Akan Naik Lagi, Menurutmu Harus Gak Sih??

Dalam Negeri
Nenglya, 09.10.2010 - 22:46
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Tarif Parkir NaikKemacetan Jakarta sepertinya sudah hampir tidak ada jalan keluar lagi… sudah seperti benang kusut alias susah untuk di benahkan. Berbagai macam ide dan rencana di ungkapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tapi yang ada malah bukan jadi solusi, ehh malah terjadi kemacetan yang makin hari makin bertambah parah.

Ungkapkan Pemerintah, yang dimana dikira dapat mengatasi kemacetan Ibu Kota antara lain, penutupan pintu masuk mall, penutupan pintu tol, hingga rencana penerapan jalan berbayar atau ERP hingga pembuatan mass rapid transit (MRT). Yang paling terakhir dan penutup yang menghebohkan adalah penerapan kenaikan tarif parkir hingga lima kali lipat.

Belum ada setahun, dimana sebelumnya adakebijakan pemerintah menaikan tarif parkir motor dan mobil menjadi 1000 dan 2000, sekarang kabarnya, Dewan Transportasi Kota Jakarta sedang mengolah prosedur kenaikan tarif parkir tersebut.

Menurut ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan, ada tiga pilihan dan zona dalam perubahan tarif. 2 diantaranya adalah :

Pertama adalah zona pinggir,
Yang meliputi kawasan Klender, Lenteng Agung dan wilayah lainnya. Zona antara yang meliputi kawasan Matraman, Tanah Abang dan lokasi lainnya. Ketiga zona parkir pusat, meliputi kawasan jalan protokol, seperti Jalan Sudirman, Thamrin, dan Gatot Soebroto. Dengan perbandingan harga tiket parkir menjadi 1:3:5 pada setiap zona.

Jika tarif parkir naik, tentunya ini akan menguntungkan pengelola parkir swasta. Tapi bagi Pemerintah Jakarta belum tentu. Apalagi selama ini uang parkir yang masuk ke kas terbilang kecil.

Besarannya tak sesuai dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Jakarta yang begitu tinggi. Untuk tahun 2009 saja pendapatan parkir hanya Rp19,4 miliar.

Bahkan, pada 2008 pendapatan parkir malah lebih rendah dari tahun 2007 yang hanya sebesar Rp19,1 miliar. Dan untuk tahun 2010 hingga bulan Mei baru mencapai Rp8,7 miliar, padahal targetnya Rp22 miliar.

Data pendapatan parkir di atas jelas menunjukkan adanya kejanggalan. Apalagi, di tahun 2011 nanti, diperkirakan ada sekitar 700 ribu kendaraan baru yang akan masuk Jakarta, seperti dikatakan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Artinya, pada tahun 2011 nanti, di Jakarta akan ada 12 juta kendaraan. Ini berdasarkan penambahan dari jumlah kendaraan yang beredar pada 2010 yang mencapai 11,4 juta unit kendaraan. Terdiri dari 8,2 juta unit kendaraan roda dua dan 3,2 juta unit kendaraan roda empat.

Data lain dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan, pertambahan jumlah kendaraan pribadi di Jakarta mencapai 1.100 unit lebih per hari atau sekitar 9 persen per tahun. Sementara kenaikan pendapatan tarif parkir tidak pernah lebih dari 3 persen.

Menurut Kepala Kantor Pelayanan Pajak DKI Jakarta, Iwan Setiawandi, Pemprov DKI akan mendapatkan 20 persen dari omset pengelola gedung parkir di Jakarta bila tarifnya dinaikan.

Saat biaya parkir Rp2.000, mendapatkan PAD hanya Rp400 setiap kendaraan. Sedangkan saat tarif parkir Rp 10.000, PAD yang didapatkan menjadi Rp2.000 per kendaraan.

Menurut pakar tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, tempat parkir merupakan bagian dari manajemen pelayanan publik yang tidak mencari untung. Harus ada kontribusi yang jelas bila tarif parkir naik.

Kedua,
Pembenahan transportasi massal seperti busway dan mass rapid transit (MRT).

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan, penerapan kebijakan kenaikan tarif parkir difokuskan bagi kendaraan yang parkir di badan jalan atau on street.

Pemerintah belum akan menaikkan tarif parkir off street atau di dalam gedung. Namun besarannya, masih terus digodok. Nominalnya baru akan ditetapkan secara pasti saat sidang paripurna.

Fauzi mengatakan, kenaikan tarif parkir off street bukanlah kebijakan untuk menambah pendapatan anggaran daerah (PAD) seperti yang dikatakan kalangan dewan DKI Jakarta.

Fauzi Bowo merasa yakin kenaikan tarif parkir akan bisa mengatasi macet. Namun, keyakinan ini apakah tidak berlebihan, mengingat area parkir badan jalan di DKI 5,2 persen dari keseluruhan area parkir di Jakarta.

Nah, menurut temen temen penting ga sih kenaikan tarif parkir lagi?? harus ga sih?? atau jika memang kalian setuju, apa alasannya dan apa yang seharusnya di kontribusikan pemerintah kepada pengguna jalan ??

Beri Komentar