- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Hasil pertandingan persahabatan antara Indonesia melawan Uruguay kemarin digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno yakni 1 – 7, kekalahan untuk Timnas Indonesia. Meski pasukan Merah Putih sempat unggul lewat gol Boaz Solossa, tim Indonesia akhirnya harus menyerah dengan selisih enam gol.
Meski hasil itu bukan hasil yang terburuk dibandingkan saat Indonesia dibantai Denmark pada 1974, namun hasil 1 – 7 menunjukkan bahwa timnas Indonesia kalah segalanya. Hal ini diakui oleh pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl, “Semua bisa melihat perbedaan dua tim. Ini hasil yang normal. Inilah perbedaan tim semifinal Piala Dunia dan tim peringkat ke 131,” kata Riedl.
Pelatih asal Austria itu juga mengatakan bahwa pemain Indonesia terlalu memforsir tenaga di babak pertama. Akibatnya di babak kedua Timnas Indonesia harus kewalahan dan makin sulit memberikan perlawanan melawan La Caleste.
Selain itu, persiapan yang terlalu mepet juga turut andil dalam hasil permainan Bambang Pamungkas dkk.
“Saya tidak akan mengkritik pemain. Tidak akan pernah. Dua tim ini beda kelas. Kritik nanti saja di Piala AFF,” kata Riedl.
Sementara itum arsitek Uruguay Oscar Tabarez menyatakan puas dengan permainan timnya. Ia juga senang karena pemainnya tak ada yang cedera. “Laga ini sangat bersih. Tidak seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa permainan Indonesia keras. Kami tampil terbuka dan terus menyerang. Saya sama sekali tidak melihat Indonesia bermain keras,” kata Tabarez.
Duet penyerang Uruguay, yakni Luis Suarez dan Edinson Cavani, sama-sama mencetak hattrick kemarin. Suarez mencetak gol pada menit ke-42, 53 dan 67 (penalti). Sedangkan Cavani menjebol gawang Indonesia pada menit ke 34, 79, dan 83. Sebastian Eguren juga menyumbangkan satu gol lain Uruguay pada menit ke 57.
Tidak hanya mencetak hattrick, Luis Suarez juga mengungkapkan pendapatnya, “Di babak pertama lini belakang Indonesia sangat kuat. Tapi, itu berubah di babak kedua. Mereka harus lebih berkonsentrasi,” aku Suarez.