- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Rupanya musim pistol mainan kembali muncul, dan kembalinya musim pistol pistolan ini di buka dengan adanya musibah seorang anak yang matanya tertembak peluru dari pistol mainan itu.
Terakhir kali kalo ndak salah yaa tahun 2000 an pernah ada heboh kasus soal pistol mainan. Yang dimana melukai seorang anak laki-laki walaupun hanya terkena tembakan peluru kecil tersebut…!
Memang sih harga pistol tersebut cukup murah… Cuman 20 ribuan-10 ribuan…
Tetapi Kalo Sudah Kena Mata Dan Jadi Penyakit Brapa Biayanya…Mungkin Bisa Melebihi Dari 10 Ribu Kan…??
Contohnya yang baru baru saja terjadi ini deh.. Berikut berita ini yang di dapat dari vivanews
Pistol-pistolan yang bisa dimainkan anak-anak makan korban. Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan, sudah ada 20 korban.
“Di mana 6 orang di antaranya terluka di bagian mata, dan hingga kini masih dirawat di RSUP M Jamil Padang, dan kejadian lainnya di Cengkareng,” kata Ketua KPAI, Hadi Supeno Sabtu 18 September 2010 lalu.
Untuk itu, komisi meminta pihak terkait melakukan tindakan untuk melindungi anak dari mainan yang tak sehat lagi tak ramah ini.
“Kementerian Perindustrian diminta segera mengeluarkan regulasi standarisasi produk mainan anak, disertai mekanisme pengawasan peredaran produk di masyarakat. Selama ini tidak ada pengawasan sama sekali terhadap materi produk mainan anak,” kata Hadi Supeno.
Pihak Bea dan Cukai juga diminta agar selektif dalam meloloskan jenis mainan anak impor. Jangan sampai mainan yang terbuat dari bahan berbahaya dan efeknya membahayakan lolos.
Kepolisian pun diminta bertindak. “Razia seluruh mainan anak yang beredar di masyarakat. Tarik jenis mainan yang berbahaya bagi keselamatan anak seperti mainan senapan, pisau, atau berbagai jenis senjata tiruan lainnya,” tambah dia.
KPAI juga menuntut pertanggungjawaban produsen atas jatuhnya korban. “Orang tua harus tegas melarang dan menjauhkan anak dari jenis-jenis mainan yang membahayakan.
Salah satu korban pistol mainan adalah Firman, 7. Ia sampai mendapat perawatan intensif di RS M. Djamil Padang, setelah peluru senjata mainan sebesar biji kacang kedelai, mengenai mata kanannya.
Bocah warga Tarusan Pesisir Selatan ini, terancam tak bisa melihat lagi seumur hidupnya.
Nah Trus Kalo Sudah Gini Sapa Yang Mau Bertanggung Jawab…?? Pembuat Mainan? Si anak? si pembeli? Si penjual? Dinas KPAI?
Ada ada aja anak jaman sekarang, ada pistol mainan di tembakin ke mata, ada nonton smack down temannya sendiri di banting, kalau tidak ada pengawasan dari orang tua anak anak akan terus berkembang sesuai dengan nalurinya, tapi gimana ya kalau anak-anak liat videonya luna vs ariel ???!!!