About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Ini Fakta! Taliban Latih Monyet Menembak, Ada Videonya!!!

Mancanegara
Nenglya, 28.07.2010 - 08:39
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Sebuah berita menghebohkan saya dapatkan dari seorang teman di China, bahwa Taliban melatih monyet untuk menembak tentara Amerika Serikat.

Monyet itu bukan sembarang monyet, karena dilengkapi dengan senjata Kalashnikov, senjata mesin Bren, dan mortir, para monyet diajarkan mengenali dan menembakkan senjata ke sasaran manusia yang mengenakan seragam militer AS.

Benarkan Taliban melatih para monyet menggunakan senjata?

Teroris MOnyet

Menurut seorang ilmuwan yang menghabiskan kariernya memeliti kehidupan sosial primata non-manusia, agak meragukan soal itu. Menurut ilmuan tersebut monyet bisa dilatih untuk mematikan lampu, membuka kran air, dan sebagainya, tapi pada akhirnya mereka merusaknya.

Jika kita bicara soal binatang yang pergi ke medan tempur atau benteng, membawa senapan AK-47 atau senjata lainnya, itu terlihat sangat tidak masuk akal. Yang masuk akal adalah menikat peledak pada tubuh monyet itu dan mengirimkannya ke tenda AS

Tapi apakah masuk akal apa yang terlihat pada video ini?

Manusia telah menggunakan berbagai macam binatang dalam peperangan sebelumnya, misalnya sebagai pembawa logistik, melakukan patroli laut, atau pelacak bom. Namun, apa yang pernah dilakukan sebelumnya sangat jauh dari ide mengubah primata menjadi tentara mini, yang bisa menggunakan senjata dan bisa memutuskan ke mana mengarahkan senjata itu.

Banyak media menuding bahwa foto monyet memegang senjata adalah rekayasa melalui Photoshop, dan bahwa monyet itu memegang senjata mainan.

Di satu sisi juga sebuah media di AS, menemukan bahwa foto asli babon memegang senjata, diedit sedemikian rupa. Padahal aslinya, ada gabus oranye dan tali di larasnya senapan yang dipegang monyet.

Gambar itu digunakan oleh seorang perwira militer AS untuk tampilan Power Point lucu selama pelatihan prajurit.

Namun, ketika media tersebut mengkonfirmasikan kepada kedutaan China, Juru Bicara Kedutaan China menegaskan pemerintahnya menerapkan aturan tegas pada medianya.

“Pemerintah China secara tegas mengatur bahwa organisasi media China harus melaporkan secara jujur, objektif dan adil dengan mentaati kode etik profesi,” kata Wang Baodong (Juru Bicara Kedutaan China)

Teman teman mau percaya atau tidak, terserah teman teman… Kalau saya masih diantaranya.

Beri Komentar