Klik disini untuk menerima update terbaru dari Gugling. GRATIS!
Pemerintah berencana menaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2011, sebanyak 5%. Tidak hanya gaji, pemerintah juga akan menaikan tunjangan PNS di departemen yang akan menjalankan Reformasi Birokrasi.
Berikut perincian gaji PNS dari golongan terendah ke tertinggi:
Golongan I
- Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.040.000
- Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 1.091.700
- Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 16 tahun sebesar Rp 1.262.700
Golongan II
- Pegawai Golongan II a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.320.300
- Pegawai Golongan II b dengan masa kerja 5 tahun sebesar Rp 1.462.300
- Pegawai Golongan II b dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp 1.650.800
- Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 3 tahun sebesar Rp 1.487.600
- Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 7 tahun sebesar Rp 1.561.600
- Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp 1.720.700
- Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 3 tahun sebesar Rp 1.550.600
- Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 7 tahun sebesar Rp 1.627.600
- Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp Rp 1.793.400
Golongan III
- Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.655.800
- Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 1.738.100
- Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 1.869.300
Golongan IV
- Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.954.300
- Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.051.400
- Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 2.206.200
- Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 2.880.800
Golongan IV D & E (Pejabat Eselon)
- Golongan IV d dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 2.212.900
- Golongan IV d dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.322.900
- Golongan IV d dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 2.498.200
- Golongan IV d dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp3.262.000
- Golongan IV e dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 2.306.500
- Golongan IV e dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.421.200
- Golongan IV e dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 2.603.900
- Golongan IV e dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 3.400.000
Kenaikan gaji, apakah akan meningkatkan kenaikan prestasi dan kinerja kerja PNS ?
Hal tersebut sudah jadi rahasia umum, bahwa PNS hanya makan gaji rakyat saja sedangkan kerjanya hanya ongkang ongkang kaki. Jam kerja pun, banyak PNS yang ditemukan sedang jalan jalan di mall. Layaknya seorang anak kecil yang membolos sekolah.
Kiranya kenaikan gaji yang diberikan pemerintah, dapat memacu para PNS agar dapat pula menaikan kinerja kerja mereka. (wartaindonesia)

Selamat untuk PNS, semoga kehidupan anda lebih sejahtera lagi pasca kenaikan gaji….sebagai pedagang yg sebagian besar pembeli saya adalah PNS pasti semakin banyak yg beli dagangan saya…sama2 untung hihihihi….
betul b. titin dan M jones tdk semua pns seperti itu..kdg yg sirik mereka yg dak mampu bersaing jd pns akhirnya sakit hati,kecewa..masy taunya hanya melihat luar saja..apayg kita kerjakan sbrapa resiko yg dipikul pns dg beban kerja berat kya perawat/paramedis lain..mereka tdk tahu..
Sahabat Indonesia yang kualitas hatinya menentukan kualitas rejekinya, berikut adalah resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 26 September 2010, dengan Topik “Hak Untuk Sejahtera“.
Banyak orang yang hanya meminta haknya untuk dipenuhi tetapi melupakan sisi lain yaitu kewajiban. Begitupun jika ada permintaan, pasti ada kepantasan. Semua orang berhak untuk sejahtera, tetapi tidak setiap orang membangun kemampuan untuk menyejahterakan diri. Kata-katanya adalah menyejahterakan diri bukan disejahterakan.
Banyak orang yang mengeluh mengenai haknya untuk sejahtera adalah orang2 yang menunggu untuk disejahterakan; seperti seorang eksekutif yang menunggu dibuat berhasil. Hal itu sangat tidak mungkin karena orang sudah terlalu sibuk dengan kepentingan mereka sendiri, khawatir dengan ketidakpastian masa depan mereka sendiri, lalu kita menuntut mereka untuk mensejahterakan kita.
Marilah kita jadikan hari ini adalah hari yang paling indah; hari yang paling indah adalah hari dimana kita ikhlas dan penuh keberanian menerima hari ini adalah hari dimana saya bertanggung jawab bagi penyejahteraan diri saya sendiri.
Sebetulnya melakukan kebaikan itu mudah, yang tidak mudah itu adalah mengikhlaskan diri melakukan yang baik.
Banyak orang hidup dalam fatamorgana, bahwa ketidak-baikan itu enak. Padalahl semua pendidikan mulai dari madrasah sampai perguruan tinggi, itu mengenai kebaikan, kejujuran, kebenaran; tetapi kenapa kita tidak ikhlash?.
Sebetulnya ikhlash itu mudah kalau orangnya ikhlash; ikhlash itu sulit karena sebetulnya orangnya tidak ikhlash.
Secara corporat dalam organisasi, semangat yang dibangun tinggi dalam sebaik apapun program, akan turun 83% dalam 6 bulan.
Jadi semangat organisasi yang tidak pernah melakukan training, tidak melakukan pelatihan, tidak pernah mengundang pembicara, hanya tersisa 17% dalam 6 bulan, dan 17% itu bukan karena harus hebat tapi karena tuntutan gajian.
Mau jadi apa bangsa ini kalau semangat penduduknya hanya mau gajian. Itu sebabnya bangsa yang kuat selalu bangsa yang memiliki penduduk yang lebih banyak pengusaha daripada pegawai.
Kebaikan itu pasti sama pada setiap orang, tidak relatif. Bahkan penjahat-pun tidak mau kalau dijahati.
Bahkan penjahat paling serius menuntut haknya untuk dibaiki, karena dia akan berlaku lebih jahat kepada orang yang tidak baik kepadanya.
Itu sebabnya pemimpin itu bisa berlaku tidak amanah, tidak jujur, curang, tidak adail; tidak masalah, kalau yang dipimpinnya orang baik.
Kulaitas kepemimpinan yang sebetulnya itu ada pada dunia hitam, karena penjahat yang memimpin penjahat kalau tidak adil, langsung dihukum oleh bawahannya. Orang baik seperti kita akan memafkan, karena kita baik.
Porsi rejeki itu tidak ditentukan secara kotak-perkotak, tetapi porsi rejeki itu ditentukan oleh cara setiap orang mendapatkan rejeki itu.Ada orang yang pantas untuk dapat besar, ada orang yang pantas untuk dapat kecil.
Rejeki itu tidak dibatasi dan tidak diporsi, tetapi kitalah yang diperintahkan untuk memantaskan bagi sebesar-besarnya rejeki.
Maka ikhlash-lah dan lakukan hal2 yang pantas untuk mendapatkan rejeki.
Damai itu adalah kesejahteraan bathiniyah. Lalu yang sejahtera itu adalah yang berhubungan dengan kemampuan kita membiayai kehidupan yang baik.
Sejahtera itu tidak selalu harus mampu beli, sepertihalnya seorang petani yang telah tercukupi makanan sehari-hari nya dari hasil yang dia tanam di lahan pertaniannya. Tetapi orientasi kita sejahtera itu selalu dikaitkan
dengan kemampuan kita untuk membeli sesuatu.
Tetapi jangan salahkan ini, karena ada argo dalam kehidupan; yang melakukan baik, hitungannya baik.
Jangan sepelekan uang atau harta, jangan benci kekayaan, karena sedekah juga dihitung dengan persentase.
Maka jadilah orang kaya yang baik. Langkah pertama menjadi orang kaya yang baik adalah jadi orang baik. Jangan kaya dulu baru mikir jadi orang baik.
Begitu kita membicarakan kesejahteraan, anda tidak mungkin bisa menghindari keluhan dari banyak orang.
Hak untuk sejahtera itu ada pada setiap orang, hanya teknologi berfikir dan bersikapnya tidak mengumpulkan kemampuan untuk sejahtera.
Cara paling baik untuk mendamaikan diri adalah bekerja untuk mendamaikan orang lain.
Maka cara paling baik untuk menyejahterakan diri adalah bekerja untuk menyejahterakan orang lain.
Kalau dipikir betul, tidak ada orang yang menjadi kaya dengan jujur, kecuali berusaha memperkaya orang lain juga.
Orang2 kaya yang kita benci prilakunya adalah orang2 yang memperkaya diri dengan memiskinkan orang lain; inilah prilaku yang harus kita cegah.
Maka mari kita bangun anak2 menjadi orang jujur karena mereka akan menjadi calon2 pemimpin, sehingga jika salah milihpun tetap pemimpin yang jujur.
Hari yang paling indah adalah hari dimana kita mengambil tanggung jawab pribadi, bahwa keberhaislan saya, kesejahteraan saya adalah tanggung jawab saya pribadi.
Maka gunakan diri anda sebagai sesederhana-sederhananya manusia, dan meminta kepada Tuhan untuk digunakan dalam tugas2 yang membantu bagi kebaikan orang lain.
Ganti pekerjaan anda yang membuat orang lain setidaknya berbahagia, bahkan senyuman anda yang diniatkan untuk membahagiakan orang lain, akan dimuliakan Tuhan.
Maka jadikan orang yang bertemu anda, meninggalkan anda dengan perasaan yang lebih bahagia dari waktu dia datang bertemu anda.
Jika anda demikian pedulinya dengan kebahagiaan perasaan orang lain, anda tidak hanya dimudahkan untuk sejahtera secara bathiniyah, juga sejahtera sebagai pribadi yang bertanggung jawab bagi keluarga juga bagi lingkungan.
Jadilah pribadi yang sangat sederhana dan sangat bersemangat. Sangat sederhana, tidak khawatir mengenai penilaian orang lain, karena bukan harta yang menjadikan dirnya mulia, tetapi niatnya untuk membaikkan sesama.
Besemangatlah untuk menjadi bagian yang penting bagi kebaikan orang lain, lalu perhatikan apa yang terjadi.
Demikian resume singkat dari Mario Teguh Golden Ways edisi 26 September 2010 dengan topik Hak Untuk Sejahtera. Mohon maaf karena pe-rangkuman ini jauh dari sempurna; suatu kebahagiaan bagi kami apabila sahabat sekalian berkenan mengoreksi dan menyempurnakannya.
Sepertinya pendapat Saudara perlu dikaji ulang krena tidak semua PNS ersikap seperti yang anda gambarkan. saya berangat dari rumah 04.30 (mungkin Anda masih lelap) dan pulang paling cepat pukul 15.30 bahkan seringnya sampai ke rumah di atas 18.00.
sependapat dengan ibu titin. Tidak semua PNS bermutu rendah, begitu juga tidak semua orang yang pintar mengkritik kehidupanya labih baik dari yg dikritik.
semoga pemerintah salah tulis
jadinya mulai bulan depan :08: