- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Kedatangan Presiden Barack Obama yang sempat tertunda pada bulan Maret lalu tentu menimbulkan kerugian, baik materiil maupun imateriil, khususnya di tubuh Polri yang telah melakukan persiapan cukup matang. Polri hanya tinggal menunggu hari H kedatangan Presiden Amerika Serikat tersebut meski akhirnya dibatalkan.
Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan antusiasme aparat kepolisian untuk kembali melakukan persiapan untuk kedua kalinya dalam menyambut kedatangan Obama yang direncanakan tiba di Bali pada pertengahan Juni mendatang. Kapolda Bali Irjen (Pol) Sutisna pun tidak mempermasalahkan jika nantinya Obama kembali batal ke Bali.
“Kami siap. Mau datang, mau tidak datang, kami siap,” ungkap Irjen Sutisna seusai melakukan telekonferensi dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di Mapolda Bali
Budiyanto menegaskan bahwa ia akan mendapatkan berbagai peralatan dan sarana pendukung seperti transportasi dan peralatan komunikasi dari TNI di Jakarta dan dari Australia.
“Ancaman teroris masih prioritas pertama kami,” kata Budiyanto. Dia mengatakan Bali tidak boleh mengabaikan ancaman sejak pulau itu menjadi target bagi terorisme karena reputasi internasional sebagai tujuan wisata.
Kapolda Bali Inspektur. Jenderal Sutisna menambahkan bahwa polisi telah memperketat keamanan mereka di lima pelabuhan utama dan bandara internasional serta 32 pelabuhan nelayan kecil di seluruh Bali.
“Kami telah menambahkan personil pada Bandara Internasional Ngurah Rai, Pelabuhan Benoal, dan Gilimanuk dan Padang Bai pelabuhan feri yang menghubungkan Bali dengan Jawa dan Pulau Lombok,” kata Sutisna. Polisi akan menjaga ketat pelabuhan nelayan tradisional karena beberapa orang terkait dengan jaringan teroris dapat memasukkan ini gerbang tanpa pemeriksaan keamanan yang memadai dari pemerintah.
“Kami tidak akan mengambil risiko dengan memiliki pelabuhan kecil tanpa penjaga keamanan,” katanya. Pada tanggal 9 Juni, Kepolisian Bali akan menerima tim keamanan canggih dari AS untuk mengkoordinasikan langkah-langkah keamanan untuk Obama.
keamanan Obama akan diimplementasikan dengan menggunakan metode “Beat”yang berarti bahwa di setiap titik penting, sejumlah polisi, yang dipimpin oleh perwira senior, akan siap untuk mengamankan tempat. “Kami telah menunjukkan sejumlah wilayah rawan yang mungkin menjadi rute Obama di Bali,” katanya.
Obama dijadwalkan untuk mengunjungi beberapa tempat termasuk Ubud dan Pura Uluwatu di Jimbaran, Bali Selatan.
sumber : http://www.thejakartapost.com/news/2010/06/02/bali-heightens-security-operations-obama.html