About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Inter Rebut Trofi Champions!

Olahraga
luxboy, 23.05.2010 - 07:10
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Inter Milan dinobatkan sebagai juara Liga Champions 2009/2010 setelah mengkandaskan Bayern Muenchen 2-0 di laga final, Minggu (23/5/2010) dinihari WIB. Inter Milan sukses merebut titel Juara Eropa setelah dua gol Diego Milito memenangkan klub Italia tersebut 2-0 atas Bayern Munich, dalam final Champions League, di Santiago Bernabeu

Dengan kemenangan ini, Inter mencapai impian Treble Winners di musim 2009/10, dan menjadi klub pertama dari Italia yang mampu meraihnya. Ini adalah gelar Juara Eropa ketiga bagi Inter, dan adalah yang pertama sejak 1965.

Tidak berhenti di situ, kemenangan ini juga memberikan catatan tersendiri bagi pelatih Jose Mourinho yang mampu memenangkan gelar juara Liga Champions dengan dua tim berbeda, yakni Porto dan Inter Milan.

Sementara untuk pemain, kapten Inter, Javier Zanetti, ia sukses mensegel laga ke-700 dengan gelar Juara Eropa pertamanya. Lalu, Samuel Eto’o menjadi Juara Eropa dua kali berturut-turut setelah tahun lalu juga memenangkan gelar serupa dengan Barcelona.

Khusus bagi Eto’o, gelar ini sangat spesial karena ini adalah gelar Juara Eropa ketiganya, dimana di saat bersamaan ia juga menjadi treble winner kedua kalinya.

Bayern Munich sendiri harus melupakan ambisinya untuk meraih tiga gelar di musim ini, dan sekali lagi tanah Spanyol menjadi mimpi buruk mereka, mengingat pada tahun 1999 mereka juga dikalahkan Manchester United di Camp Nou dan kali ini Santiago Bernabeu menjadi mimpi berlanjut FC Hollywood.

Penjaga gawang Bayern Munich, Hans Joerg Butt menilai wakil Serie A itu memang layak juara.

Meski banyak menguasai ball possesion tapi Bayern kesulitan menggedor pertahanan Inter sehingga tidak ada satu gol pun berhasil diciptakan. Sebaliknya, Nerazzurri membuktikan bahwa mereka tim yang berbahaya dalam serangan balik. Dua gol Diego Milito merupakan bukti ketangguhan mereka.

“Saya rasa mereka layak memenangkan pertandingan.Tapi bukan berarti saya tidak kecewa. Kekalahan di final Liga Champion merupakan pukulan berat,” kata Butt kepada Sky Germany usai laga.

Butt mengaku FC Hollywood tidak mampu mengembangkan permainan dan terbawa perangkap strategi yang diterapkan Inter. Meski begitu dia mencoba berbesar hati dengan menyatakan timnya sudah melakukan langkah besar dengan masuk ke final.

“Pertahanan mereka sangat baik dan kuat. Tapi kami punya alasan untuk tetap berbangga hati, dengan apa yang telah kami capai sejauh ini,“ terang dia.

“Kami harus melihat masa depan.Saya sudah menjalani final Liga Champions kedua kali, dan berusaha mencapai yang ketiga tahun depan,” jelasnya.

Jalan nya pertandingan

Inter yang awalnya diprediksi bermain bertahan justru berinisiatif menyerang lebih dulu. Ini memaksa Bayern menurunkan ritme di awal-awal laga, meski akhirnya berhasil menguasai permainan. Namun, pasukan Louis Van Gaal ini sama sekali tak pernah dapat membidikkan bola ke gawang Julio Cesar.

Inter pun demikian. “La Benemata” baru mendapat kesempatan mencetak gol lewat dua tendangan bebas Wesley Sneijder, di menit ke-18 dan 26. Dua-duanya gagal oleh kesigapan kiper Bayern, Jorg Butt.

Dalam kondisi di bawah tekanan, Inter justru mampu mendobrak suasana. Milito menerima umpan jarak jauh dari Cesar di menit ke-35. Tandukan Milito mengarah ke Sneijder dan dikembalikan lagi lewat umpan terobosan. Striker Argentina itu membawa bola ke kotak penalti sebelum mengirimnya ke gawang Butt.

Tiga menit menjelang jeda, kerja sama Milito dan Sneijder kembali merobek barisan sentral pertahanan “FC Hollywood”. Tendangan matang Sneijder masih mampu distop oleh Butt.

Memasuki babak kedua, Bayern membuat kejutan di detik-detik awal. Berhasil menikam ke jantung pertahanan lawan, Thomas Mueller melepas tembakan keras. Sayang, bidikannya masih membentur kaki Cesar.

Goran Pandev membalasnya semenit kemudian. Dari luar kotak penalti, ia melambungkan bola ke gawang Butt. Sang kiper berhasil menepisnya ke belakang jaring.

Menit-menit selanjutnya didominasi oleh serangan Bayern. Di menit ke-62, sepakan Mueller mengenai kepala Esteban Cambiasso di depan gawang. Tak lama kemudian, tendangan roket Arjen Robben ditepis oleh Cesar.

Seperti biasanya, Inter mendapatkan kesempatan counter-attack cepat. Di menit ke-71, Samuel Eto’o berhasil merebut bola dan langsung memberikannya kepada Milito. Setelah mengelabui Daniel van Buyten, ia mengirimkan bola ke pojok kanan gawang Bayern.

Bayern coba mengubah keadaan dengan memasukkan lebih banyak striker. Klose dan Gomez pun dimainkan. Namun merekapun tak mampu berbuat banyak. Pertahanan tangguh dan disiplin dari Inter terbukti kuat.

Arjen Robben yang menjadi motor serangan Bayern tak terlalu bisa berbuat banyak di laga final ini.

Sampai menit injury time berakhir, skor tetap 2-0 bagi kemenangan Inter. Inter menutup musim sebagai Juara Eropa dan pemegang Treble Winners.

Susunan pemain:
Bayern Muenchen (4-4-1-1): Butt; Lahm, Demichelis, van Buyten, Badstuber; Robben, Van Bommel, Schweinsteiger, Altintop (Klose 62); Mueller; Olic (Gomez 73).

Inter Milan (4-2-3-1): Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Chivu (Stankovic 68); Zanetti, Cambiasso; Sneijder, Eto’o, Pandev (Muntari 79); Milito (Materazzi 92).

Ketakutan Bayern saat akan melawan Inter ternyata bukan hanya untuk mencari sensasi.

Sumber: Berbagai Sumber

Komentar Pembaca (2)


  1. Tongkonan says:

    Sebenarnya sy dukung Munchen, tp apa boleh buat, Inter yg menang. Selamat deh buat Inter. :12:

  2. dedekusn says:

    Selamat buat Inter… Prestasi membanggakan,
    Skses terus….

Beri Komentar