About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Polisi Ungkap Rencana Pembunuhan SBY Pada 17 Agustus

Dalam Negeri
luxboy, 20.05.2010 - 07:08
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

bomPolri mengungkapkan bahwa teroris yang baru-baru ini tertangkap telah dicurigai dalam serangkaian rencana untuk menyerang Istana Negara pada Hari Kemerdekaan. Sejak Februari kemarin, pasukan anti-teror kepolisian telah berhasil menangkap 58 tersangka dan membunuh 13 lainnya.

Berbicara dalam jumpa pers tersebut Kapolri Jendral Bambang Hendarso Danuri serta Menteri Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto.

“Mereka ingin membunuh Presiden, pejabat tinggi lainnya dan tamu asing yang menghadiri upacara penting,” kata Bambang. “Segera sesudah serangan itu, mereka akan mengumumkan bahwa Indonesia tidak lagi menjadi negara demokratis dan akan menyatakan menjadi Negara yang berhukum syariah”.

Dia mengatakan tersangka telah dilatih sebagai penembak jitu dengan ditemukan nya  teleskop dalam serangan terbaru di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Bambang mengatakan para teroris diduga telah memutuskan untuk memilih 17 Agustus setelah mengetahui petugas keamanan tidak akan membawa peluru pada saat upacara Hari Kemerdekaan. Di Istana Negara, juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, Yudhoyono tidak keberatan memberikan kebijakan “tembak ditempat” dalam perang melawan terorisme.

“Presiden meminta polisi bekerja secara profesional dan menegakkan hukum, termasuk ketika menyangkut prosedur operasional teknis dalam menangkap tersangka teroris,.

“Presiden mengatakan, polisi telah melakukan pekerjaan yang sangat baik serta dia menghargai itu,” katanya.

Selama serangan baru-baru ini, polisi menyita catatan bank sebesar sekitar Rp 1 milyar (US $ 110.000) dari para tersangka. “Uang itu digunakan untuk membiayai aksi teror dan menjalankan kamp-kamp pelatihan militer di Aceh,” katanya.

Uang itu ditemukan dalam rupiah, ringgit Malaysia dan dolar AS dari tersangka teroris Abdul Haris alias Haris Al Falah, Haryadi Usman, Syarif Usman, dan Maulana, Bambang mengatakan.

“Dari Maulana kami menyita Rp 250 juta tunai,” kata Bambang dalam konferensi media pada hari Jumat. Maulana ditembak mati dalam serangan di Cawang, Jakarta Timur, Rabu. Polisi menyita Rp 400 juta dari Abdul, Rp 200 juta dari Syarif dan Rp 150 juta dari Haryadi.

Bambang mengatakan bahwa dari 71 tersangka ditangkap dan dibunuh tahun ini, 14 sebelumnya telah dihukum untuk kegiatan teroris.

Garis waktu serangan teroris

Februari 22: Sebuah kamp latihan militer diserbu di hutan lebat di Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Tujuh tersangka ditangkap, polisi menyita senjata api dan amunisi. Polisi melakukan penggerebekan keliling Aceh dan Medan sampai April, menangkap 46 tersangka dan menewaskan empat orang lainnya.

4 Maret: Sebuah baku tembak antara polisi dan kelompok teroris terjadi di desa Lamkabeu di Kabupaten Aceh Besar. Tiga petugas polisi tewas, 10 lainnya luka-luka. Tersangka Teuku Marzuki alias Abu Khotob ditembak mati.

9 Maret: pasukan antiteroris menyerbu sebuah warnet di Pamulang, Tangerang, Banten. Tiga tersangka ditangkap sementara tiga orang lainnya, termasuk tersangka teror paling dicari di kawasan itu, Dulmatin, yang ditembak mati.

16 Mar: Tersangka Muchtar alias Teuku Ibrahim bin Tar menyerah kepada Polisi di Lhokseumawe Aceh.

April 11: Enam tersangka ditangkap di Medan, Sumatera Utara.

6 Mei: Sebanyak 16 tersangka teroris yang ditangkap di lokasi berbeda di empat wilayah Jakarta.

Mei 12: Tiga serangan yang dilakukan hampir bersamaan di Bekasi, Jawa Barat, Cawang, Jakarta Timur, dan Cikampek, Jawa Barat. Dua tersangka ditangkap di Bekasi sementara tiga tersangka tewas di Cawang. Di Cikampek, polisi membunuh dua tersangka dan menangkap satu lain nya.

13 Mei: Sebuah toko baterai digerebek di Sukoharjo, Jawa Tengah. Tiga tersangka, Hamid Agung Wibowo, Joko Purwanto, dan Erwin Suratman, ditangkap.

Sumber: the Jakarta Post

Komentar Pembaca (1)


  1. Coba Diklik says:

    Jangan-jangan pelakunya teman lama ane gan? Sukoharjo kan? :13: Semoga enggak, ane hanya kenal satu nama “Sikas” yang sekarang sudah dipenjara di Nusakambangan. :15: Ayo Polri, tunjukkan kejantananmu, jangan sampai ada korban lagi.

Beri Komentar