- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Teroris yang tertembak di warnet Multiplus pada Selasa kemarin (9/3) ternyata memang benar Dulmatin. Pria bernama samaran Yahya Ibrahim yang sempat disebut berinisal YI itu disangka sudah melakukan sejumlah pelatihan perakitan bom.
Bernama asli Joko Pitono, Dulmatin diketahui Densus 88 sebagai juru rakit bom tingkat tinggi di atas level Dr Azhari. Kemampuan Dulmatin dalam merakit bom memang luar biasa. Hal ini ditegaskan oleh Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.
Selain Dulmatin, dua orang yang tewas di Pamulang adalah Ridwan asal Maros, Sulawesi Selatan dan Hasan Noor asal Cengkareng Jakarta Barat.
Dulmatin juga sudah memerintahkan anggotanya untuk melakukan aksi perampokan (fa’i) di beberapa wilayah, guna mendukung aksi. Fa’i sendiri adalah aksi mengambil harta orang yang dianggap kafir.