- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
You are currently browsing comments. If you would like to return to the full story, you can read the full entry here: “Ingin Agar Orang Lain Bisa Menulis Artikel di Blog Anda? Begini Caranya..”.
sob aku mo nanya nie,apa bnar kl blog wordpress g bisa ikut ppc katanya kerena g bisa namgah gadjet?
sob aku mo nanya emank bener kalo pake wordpress kita g bisa ikut ppc,soalnya gadjetnya ga bsa d rubah?soalnya aku daftar kliksaya.com pas mo ngopi scripnya bingung nyari layoutnya.ada artikel yang bilang kalau wordpress g bisa di pasang iklan.
Bagaimana jika saya menggunakan blogspot Gan?
Saya sangat menunggu jawaban anda…
Please help me
thanks for great informations It’s a wonderful
Ini adalah cerita pengalamanku di bulan Ramadhan tahun 2010 atau lebih tepatnya 1941 H. Ku menjalaninya biasa-biasa saja seperti tahun lalu, tapi ada yang berbeda di libur kali ini. Tahun ini banyak sekali pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru di sekolah untuk libur puasa. Memang tak bisa bersantai-santai mengingat libur yang hanya 2 minggu.
Libur kali ini ku manfaatkan dengan membersihkan rumah, mengaji, mengerjakan pekerjaan rumah, dan sekali-kali ke mall. Jika mulai bosan, ku buka facebook di ponselku. Yaaa, sekedar mengisi waktu luang untuk menunggu waktu buka puasa. Maklumlah karena saya tidak kemana-mana selama liburan. Hanya berada di rumah, tapi berusaha untuk tidak merasa bosan.
Banyak hal yang ku alami di bulan Ramadhan kali ini, mulai dari perasaan senang, sedih, lucu, dan menjengkelkan. Perasaan senang yang ku alami salah satunya saat upacara peringatan kemerdekaan 17 Agustus di sekolah. Sungguh heran, baru pertama kalinya ku alami upacara peringatan yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, tetapi di bulan Ramadhan. Haus dan lapar menggerogoti di siang yang panas, hampir ku tak tahan di buatnya. Tetapi gara-gara hal itulah ku bisa berteman lagi dengannya. Sepulang dari upacara, hal yang langsung kulakukan adalah tidur. Terbayar sudah letih yang kurasakan.
Ada juga hal yang membuatku sangat sedih, yaitu tidak bisa berpuasa bersama dengan ayah dan ibuku. Padahal itu hal yang paling ku inginkan saat bulan Ramadhan. Tak bisa lagi berbagi cerita, sahur dan buka puasa bersama karena alasan pekerjaan.
Setelah 7 hari berlalu saat awal libur, ku baru ingat semua dengan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru yang luar biasa banyaknya. Sempat ku berpikir untuk meniru pekerjaan teman, tapi ini adalah bulan puasa dan hari libur. Jadi kuputuskan untuk mengerjakannya sendiri sekaligus mengisi waktu senggang.
Hal yang menjengkelkan dan lucu selama liburan ini. Mulai dari perjalanan ke mesjid yang diwarnai dengan bunyi petasan. Kaget bercampur lucu kurasakan bersamaan. Namun ku bersyukur bisa merasakan semua ini. Karena mungkin tahun depan ku tak akan mengalaminya lagi.
Saat libur puasa tinggal 2 hari lagi, hal membosankan di rumah berubah jadi kegembiraan. Hal yang paling kutunggu-tunggu akhirnya terjadi. Orang tuaku datang dari Unaaha, sungguh bahagianya hari itu. Rindu yang terpendam akhirnya tersampaikan.
Hari sabtu dan minggu kuhabiskan dengan bercanda dan tertawa dengan ibuku. Walau hanya 2 hari, ku akan manfaatkan sebaik-baiknya kunjungan yang tak terlupakan ini.
Dua minggu berlalu dan orang tuaku harus kembali ke Unaaha karena urusan pekerjaan. Ku pun juga harus masuk sekolah esok harinya. Hanya itu pengalaman libur di bulan puasa yang ku alami. Tak ada yang khusus, tapi sungguh berkesan bagiku. Ku harap bulan Ramadhan berikutnya masih bisa kurasakan.