Daftar    Login    Kontak    About    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:
iklan oleh-oleh khas bali

Produser Film Dewi Persik Tak Gentar

Selebriti
luxboy, 07.08.2009 - 09:01

Klik disini untuk menerima update terbaru dari Gugling. GRATIS!

Lagi-lagi Dewi Persik kembali bikin heboh. Film Dewi Persik terbaru berjudul ‘Paku Kuntilanak’ menuai aksi protes. Film itu dianggap terlalu vulgar dan hanya memamerkan keseksian penyanyi dangdut tersebut daripada aktingnya.

Produser film ‘Paku Kuntilanak’ dari Maxima Picture, Ody Mulya Hidayat mengaku tak masalah dengan berbagai protes yang datang terhadap film tersebut.

“Pada intinya kita nggak masalah dengan protes-protes itu. Kita justru ingin tahu apa yang sebenarnya mereka protes. Harus jelas,” kata Ody saat dihubungi VIVAnews, Rabu 5 Agustus 2009.

Dewi Persik

Saat ditanya bila film yang dibintangi oleh Dewi Persik itu dianggap terlalu vulgar dan hanya mengangkat erotisme semata. Ody mengatakan bila adegan vulgar di film itu tidak separah yang dibayangkan orang.

“Kalau adegan vulgar, banyak kok film yang juga menjual adegan vulgar, kenapa hanya film ini yang diributkan,” ucapnya. Ody mengaku bila memang ada masalah pada filmnya, pihaknya siap duduk bersama dan bicara secara baik-baik.

“Kita bisa diskusikan dengan baik dan duduk bersama-sama membahasnya. Kalau seperti itu kan lebih enak,” ujarnya.

Film ini diprotes oleh pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pihak MUI meminta agar film ini tidak ditayangkan karena dianggap terlalu vulgar. Pihak MUI merasa film ini tidak layak tayang dan turut mempertanyakan pada LSF (Lembaga Sensor Film) mengapa beberapa adegan seronoknya lolos untuk disiarkan.

Film yang dimainkan oleh Dewi Persik ini, konon banyak mempertontonkan beberapa adegan seronok. Diantaranya, adalah saat istri Aldi Taher ini tampil setengah bugil dengan pakaian dalam dan memperlihatkan bentuk payudaranya.

Tidak percaya kalau Dewi dianggap terlalu vulgar? Simak video trailer Paku Kuntilanak berikut:

Beri Komentar