About    Kontak    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:

Praktek Ponari Ditutup Selamanya

Berita
luxboy, 26.02.2009 - 09:58
  • Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!

Setelah praktek pengobatan tradisional di luar nalar, Ponari bocah asal Jombang yang menimbulkan berbagai kontroversi akhirnya resmi ditutup oleh Kapolres baru Jombang AKBP Tomsi Tohir. Langkah tersebut diambil pada hari pertama Tomsi bertugas kemarin, sebuah langkah yang terbilang berani dan tegas.

Saat pertama kali kerja, begitu masuk kantor dia langsung mengundang Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) Jombang untuk membahas praktek dukun cilik yang selama ini telah menimbulkan kontroversi. Hasil rapat sungguh mengejutkan, yakni praktek dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balngsari, Kecamatan Megaluh Jombang itu harus ditutup untuk selamanya.

Dikatakan bahwa mulai hari ini (kemarin) tidak ada lagi pembagian kupon di rumah Ponari, pasien yang terlanjur memegang kupon, tetap diperbolehkan melanjutkan pengobatan kata Tomsi. Setelah semua terlayani, praktek harus segera ditutup.

Menurut Kapolres baru Jombang tersebut, salah satu alasannya adalah permintaan pihak keluarga dukun cilik tersebut. Kepada polisi, keluarga Ponari menyatakan ingin hidup normal seperti sebelumnya. Tak ada ribuan orang yang tiap hari mengepung rumah mereka untuk minta diobati.

Sebagai pengingat, dukun cilik Ponari tiba-tiba menarik perhatian ribuan pasien untuk berobat. Dia melayani  pengobatan sejak 19 Januari 2009. Selama ini, pro dan kontra bermunculan. Orang-orang yang bisa berpikir rasional menginginkan aparat bertindak tegas menutup praktik pengobatan dengan media batu tersebut. Apalagi praktek itu secara langsung maupun tidak langsung telah mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Selain itu, tidak sedikit mereka yang berobat justru penyakitnya bertambah parah.

Ponari yang dalam beberapa hari sudah menjadi artis, benar-benar merasakan dunia keartisan. Yaitu, cepat naik juga cepat turun. Berikut kisah perjalanan dukun cilik tersebut.

9 Febuari
Mulai buka praktik. Sekitar seminggu buka praktek, empat orang tewas karena kelelahan antre atau penyakitnya kambuh.

10 Febuari
Muspida Jombang dan keluarga sepakat menutup sementara praktek dukun cilik. Karena ribuan pasien terus menunggu, sehari kemudian Ponari kembali membuka praktek.

13 Febuari
Ayah Ponari, Kamsin dianiaya keluarga yang tak ingin Ponari berhenti praktek.

21 Febuari
Pasien boca 3,5 tahun meninggal dunia di RS setelah meminum air dari Ponari.

25 Febuari
Kapolres baru Jombang AKBP Tomsi Tohir dan unsure Muspida menggelar rapat dan memutuskan untuk menutup tempat praktek Ponari selamanya.

Kepercayaan terhada hal yang bersifat magis memang sulit dihilangkan. Namun setidaknya, kita harus berpikir secara lebih “rohani” jika tidak mau dikatakan bodoh.

Komentar Pembaca (1)


  1. steven says:

    setujuu….memang harus ditutup tuh….denger2 ada yg pake air sungai dan air selokan segala…..maju terussss gugling

Beri Komentar