Daftar    Login    Kontak    About    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:
iklan oleh-oleh khas bali

Sales Girl Itu Ternyata Pandai Merayu

Lain-lain
luxboy, 28.12.2008 - 10:55

Klik disini untuk menerima update terbaru dari Gugling. GRATIS!

“Menjadi sales girl memang harus pintar-pintar putar otak. Salah satunya, kita harus ramah dan pandai merayu. Kalau tidak, mana ada orang yang mau membeli minuman kita,” ujar Evi (20), salah seorang sales girl minuman berenergi kepada “GM”, belum lama ini.

MENJADI seorang sales girl, selain harus memiliki tampang dan bodi yang aduhai, juga harus pandai merayu konsumen. Hal itu diperlukan agar konsumen tertarik dan membeli produk yang dijualnya.  Coba saja kalau seorang sales girl memasang muka judes dan jaim (jaga imej), bisa jadi barang dagangannya tidak akan dibeli konsumen, bahkan mungkin disentuh pun tidak.

Dijelaskan Evi, dalam merayu konsumennya, seorang sales girl harus menjaga sikap. Jika tidak, bisa jadi malah akan dipandang sebagai wanita murahan. “Dalam merayu, kita juga jangan salah kaprah atau kampungan. Ini maksudnya agar kita dihargai,” kata Evi yang mengaku hanya lulusan SMA ini.

Hwang Mi Hee - SPG Korea

Hwang Mi Hee - SPG Korea

Tidak jarang, lanjutnya, saat ia merayu konsumen untuk membeli produk yang dijualnya, sang konsumen malah minta hal yang di luar batas. “Kadang ada juga konsumen saat dirayu malah minta ini dan minta itu. Tapi kita pandai-pandai saja menarik simpatinya,” katanya yang tidak menampik kalau beberapa konsumennya minta kencan dengannya di luar jam kerja.

“Jika kita sopan dan calon pembeli sudah tertarik, selain akan membeli barang yang dijual, mereka pun tidak segan memberikan uang lebih sebagai tip,” katanya.

“Kalau pembelinya baik, kadang ada yang memberikan uang lebih. Ada yang Rp 10.000 atau Rp 5.000. ‘Kan lumayan buat nambah-nambah penghasilan,” tuturnya.

Hal yang sama dikatakan Ina (19), salah seorang sales girl rokok. Menurutnya, selain pandai merayu, salah satu trik agar barang dagangannya dibeli, yaitu memberikan nomor HP miliknya. “Mereka (konsumen, red) kebanyakan minta nomor HP kita dulu. Jika sudah diberi nomor HP, mereka biasanya membeli produk yang kita jual,” ujarnya.

Meski yang diberikan saat itu nomor HP miliknya, lanjutnya, dua atau tiga hari kemudian nomor HP itu diganti dengan yang baru. “Terkadang saat diberi nomor HP, mereka mengeceknya dengan miss call. Tapi ‘kan kartu perdana sekarang murah, tinggal buang saja dan beli yang baru,” ujarnya.

Komentar Pembaca (4)


  1. archon says:

    eh itu foto siapa ya ? minta dunk yang aslinya yg ukurannya gede …

  2. jimmy says:

    kalo semua SPG kayak yang di foto itu.. aku pasti beliiii

Beri Komentar