- Klik disini untuk menerima update terbaru dari kami. GRATIS!
Sport Termahal di dunia yakni F1 kini sedang menghadapi masalah akibat daripada krisis global. Satu musim, tim papan atas bisa menghabiskan lebih dari Rp 3 triliun untuk berkompetisi. F1 pun kini sadar pentingnya berhemat.
Honda mundur karena alasan duit, tim-tim lain dan FIA pun lalu mengambil tindakan dengan cepat. Pertemuan mereka di Monaco beberapa hari terakhir ini menghasilkan kekompakan untuk menyelamatkan masa depan F1. Caranya, dengan pemangkasan ongkos secara besar-besaran. 
Yaitu, mulai tahun depan, satu pembalap hanya boleh memakai delapan mesin selama satu musim. Begitu musim 2009 dimulai, tim dilarang uji coba sama sekali. Bahkan, markas tim F1 pun wajib tutup selama enam minggu dalam setahun guna membatasi pengeluaran. Perubahan terbesar pun terjadi pada pemakaian mesin dan pembatasan uji coba. Tahun depan, umur mesin digandakan. Sepanjang musim, pembalap hanya boleh memakai total delapan mesin, plus empat untuk uji coba (total 20 mesin per tim). Sehingga putaran mesin pun dibatasi “hanya” 18.000rpm supaya mesin lebih awet. Begitu musim balap dimulai di Australia tahun depan, maka tidak boleh lagi ada uji coba sampai musim berakhir. Testing hanya boleh dilakukan pada sesi latihan sebelum lomba.
Pemakaian terowongan angin untuk uji coba aerodinamika juga dibatasi, maksimal memakai model skala 60 persen. Markas tim juga harus ditutup selama enam minggu setahun guna membatasi jam kerja dan pengeluaran tim.
Mulai 2010, penghematan akan lebih drastis dilakukan dalam hal mesin. Tim-tim independen bakal boleh memakai mesin dengan biaya tak sampai 5 juta euro semusim. Bisa dari supplier khusus seperti Cosworth (yang diajukan FIA), atau dari para pabrikan. Spesifikasi mesin yang sama lantas terus dipakai pada 2011 dan 2012, sehingga terus meghemat untuk musim-musim selanjutnya.
Tinggal menunggu kesepakatan akhir, semua tim nantinya juga akan memakai girboks yang sama. Plus berbagai perubahan kecil-kecil (seperti berbagi informasi soal ban). Penelitian untuk terus memperbaiki kondisi F1 pada 2013 juga akan dilakukan oleh FIA dan FOTA. Dengan berbagai perubahan itu, tim-tim F1 diprediksi bakal menghemat biaya cukup besar, sekitar 30 persen bila dibandingkan pengeluaran pada 2008. Bahkan, bukannya kehilangan tim, mulai 2010 dan seterusnya F1 justru berpotensi menarik banyak tim baru. Kendala terbesar tim baru adalah biaya sewa mesin. Namun sekarang, solusi untuk itu sudah tersedia. Akankah F1 menjadi sport dengan harga murah?