Daftar    Login    Kontak    About    Sitemap   •   HUMOR  |  LIRIK
  • Hai, Selamat datang di Gugling! Please like us on:
iklan oleh-oleh khas bali

Fakta Yang Mengejutkan

Lain-lain
luxboy, 28.11.2008 - 23:01

Klik disini untuk menerima update terbaru dari Gugling. GRATIS!

Kesuksesan merupakan mimpi setiap orang. Dimana kesuksesan bisa diukur dari berbagai aspek. Yaitu aspek kepuasan batin, aspek ekonomi dan aspek cita-cita. Dan kali ini saya akan menyinggung aspek ekonomi. Kekayaan merupakan salah satu tolak ukur dari sebuah kesuksesan. Namun ada fakta mengejutkan yang sudah saya sadari beberapa bulan kemarin. Fakta yang mengejutkan adalah: “Orang yang pintar belum tentu sukses“.

Jaman sekarang dimana banyak orang yang berkata bahwa ini jaman Teknologi dan Informasi. Dimana orang yang menguasai Teknologi dan Informasi diramalkan bakal menuai berbagai kesuksesan. Namun ternyata hal ini tidak seratus persen benar. Saya katakan tidak seratus persen, karena masih ada kemungkinan pendapat itu benar bila penggunaannya benar. Saya sendiri belum menjadi orang yang sukses dari aspek ekonomi.

Keinginan saya untuk memperbaiki ekonomi membuat saya mulai membaca buku RICH DAD, POOR DAD dimana buku yang ditulis oleh Robert T. Kiyosaki dkk ini membeberkan apa yang diajarkan seorang ayah yang kaya perihal uang berbeda dengan ayah yang miskin. Awalnya saya bingung dengan salah satu kalimat yang saya tangkap. Kalimat itu adalah: “Orang cerdas mengendalikan orang pintar, dan membuat orang pintar itu bekerja keras hanya untuk memperkaya bosnya sang orang cerdas” (kalimatnya lupa tapi intinya begitu).

Orang cerdas yang dimaksud, bukanlah sarjana S3 ataupun orang dengan IQ yang wah. Sedangkan orang pintar yang dimaksud adalah para sarjana S1, sarjana S2, profesor dan orang berpendidikan tinggi lainnya yang harusnya mereka ahli dalam bidang Teknologi dan Informasi. Kasus yang sering terjadi adalah orang belajar susah payah hingga mereka mencapai kepintaran namun tetap saja mereka bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kebetulan saya punya teman yang baru saja lulus kuliah kedokteran, teman saya ini mengatakan bahwa dia akan mengikuti tes CPNS. Yang saya anggap konyol, belajar susah payah hanya untuk jadi PNS yang rata-rata mereka tidak bisa dibilang sukses dari aspek ekonomi. Saya juga kurang tahu apakah dia kesulitanfakta yang mengejutkan melanjutkan kuliah (agar bisa buka praktek sendiri), namun yang saya tahu adalah: mengikuti tes CPNS bukanlah pilihan tepat padahal teman saya ini termasuk pintar dalam bidangnya.

Contoh lain adalah, dimana pemilik Rumah Sakit belum tentu menguasai seluruh bidang dalam Rumah Sakit itu sendiri. Mungkin saja pemilik RS itu adalah seorang dokter ahli kandungan. Namun dia juga mempunyai karyawan seorang dokter spesialis penyakit dalam. Pertanyaannya sama, bila sang pemilik RS tidak terlalu pintar kenapa banyak orang yang lebih pintar darinya malah bekerja untuk dia?

Faktanya adalah tidak semua orang pintar itu sukses. Hanya orang yang mengetahui kuncinya sajalah yang bisa menuju kesuksesan dan disebut sebagai orang yang cerdas. Fakta yang saya tangkap, ada berbagai macam anak kunci di balik kunci itu sendiri, yaitu:

  1. SDM (sumber daya manusia) dimana manusia itu mengerti hukum uang dan cara menggunakannya.
  2. Uang sebagai modal pendukung yang bisa didapatkan dari warisan, sokongan orang tua maupun dari hasil pengembangan nomor 1.
  3. Keberanian dalam mengambil pegawai yang jauh lebih pintar darinya. Seorang bos toko komputer mayoritas tidak menguasai komputer yang dia jual, bahkan pegawainya lebih pintar dari bosnya.
  4. Yang terkakhir adalah, orang cerdas itu mengetahui bahwa pegawai yang akan direkrutnya tidak mempunyai cukup modal nomor 1 dan 2, dan tidak mempunyai cukup keberanian (nomor 3) dan mereka tidak akan bisa mencapai anak kunci nomor 4 ini.

Hasilnya orang cerdas mengendalikan orang pintar dan orang pintar semakin belajar lebih keras untuk mendapatkan posisi lebih tinggi dengan harapan gaji yang lebih baik. Ini merupakan pemikiran saya pribadi setelah berpikir cukup lama. Bukan berarti bahwa untuk menjadi sukses kita tidak boleh menjadi orang pintar. Belajarlah supaya menjadi orang pintar karna bila kesempatan itu tiba (Anda ciptakan sendiri), Anda bisa menjadi orang cerdas :)

Komentar Pembaca (13)


  1. Denny Tea says:

    katanya sekarang yang penting EQ dan SQ, IQ nggak penting lagi, apalagi QQ (maksudnya kiu-kiu itu dilarang ):ngakak:

  2. Jeanne says:

    kata nya seh kalo pinter tp g bisa bergaul susah jg..

    btw, papa ku lulusan SMA, mama jg cuma SMP kalo g salah.. tp mereka doyan banget baca. hehe..

  3. ridu says:

    OK.. no spam kok.. :ngelamun:

    betul banget, saya juga heran kok banyak yg pengen jadi PNS ya?? apakah pengen jadi pejabat??

    btw mendaftar jadi caleg apakah keputusan yang cerdas pak??

Beri Komentar